Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Umum

SMKN 46 Jakarta Jadi Lokasi Edukasi Keimigrasian dan Pencegahan TPPO

SMKN 46 Jakarta Jadi Lokasi Edukasi Keimigrasian dan Pencegahan TPPO
Program PIMPASA Goes To School yang digelar di SMKN 46 Jakarta. (Ist)
Senin, 22 Juni 2026 19:39 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA - Ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), maraknya pekerja migran nonprosedural, hingga tingginya mobilitas lintas negara menjadi tantangan yang harus dipahami sejak usia sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur hadir langsung di lingkungan pendidikan melalui program PIMPASA Goes To School yang digelar di SMKN 46 Jakarta.

Program edukatif ini menjadi langkah strategis Imigrasi Jakarta Timur dalam meningkatkan literasi keimigrasian bagi generasi muda sekaligus membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai tugas dan fungsi keimigrasian, pentingnya memiliki dokumen perjalanan yang sah, prosedur migrasi yang aman, hingga berbagai modus kejahatan perdagangan orang yang kerap menyasar generasi muda.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, menegaskan bahwa edukasi keimigrasian tidak lagi cukup diberikan kepada masyarakat umum, tetapi harus mulai diperkenalkan kepada pelajar sebagai generasi yang akan menghadapi era mobilitas global.

"Generasi muda harus memahami bahwa peluang bekerja, belajar, maupun beraktivitas di luar negeri harus ditempuh melalui jalur yang legal dan aman," ungkap Pungki dalam ketetangan pers, Senin (22/6).

"Melalui PIMPASA Goes To School, kami ingin membangun kesadaran bahwa dokumen perjalanan yang sah dan pemahaman keimigrasian merupakan bagian penting dari perlindungan diri," Pungki menambahkan.

Menurutnya, maraknya kasus TPPO dan pekerja migran nonprosedural menunjukkan pentingnya edukasi preventif yang menyentuh kelompok usia muda sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun pendidikan internasional.

"Kami ingin para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar tidak mudah terjebak oleh tawaran kerja ilegal, penipuan perekrutan, maupun praktik perdagangan orang yang merugikan masa depan mereka," katanya.

Selain menyampaikan materi edukasi, petugas Imigrasi Jakarta Timur juga membuka ruang diskusi interaktif sehingga para siswa dapat bertanya langsung mengenai paspor, perjalanan internasional, studi ke luar negeri, hingga peluang karier yang membutuhkan mobilitas global.

Sementara itu, Kepala SMKN 46 Jakarta, Osda Ida Perida Manurung, menyambut positif pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai literasi keimigrasian menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik yang kelak akan memasuki dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

"Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Mereka perlu memahami prosedur yang benar ketika memiliki cita-cita bekerja, magang, atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri," respon Osda.

"Edukasi seperti ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat sekaligus melindungi mereka dari berbagai risiko pelanggaran hukum maupun eksploitasi," lanjutnya.

Ia berharap sinergi antara institusi pendidikan dan Imigrasi dapat terus diperkuat guna menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan pemahaman global.

Program PIMPASA Goes To School menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam mendekatkan layanan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Melalui pendekatan langsung ke sekolah, Imigrasi Jakarta Timur berupaya menanamkan pemahaman bahwa mobilitas internasional harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap aturan dan perlindungan terhadap hak-hak individu.

Di tengah semakin terbukanya akses global bagi generasi muda Indonesia, edukasi keimigrasian dinilai menjadi bekal penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat internasional tanpa mengabaikan aspek hukum dan keselamatan.

Melalui PIMPASA Goes To School, Imigrasi Jakarta Timur tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun benteng kesadaran bagi generasi muda agar siap menghadapi dunia yang semakin terhubung, sekaligus terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan lintas negara. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww