Seluruh Program Pembinaan Kini Diawasi Secara Real Time
![]() |
| Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Narkotika Jakarta, Nanda Adesaputra. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA – Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta meluncurkan Sistem Monitoring CCTV Terintegrasi untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh kegiatan pembinaan warga binaan.
Sistem tersebut mulai dioperasikan pada Selasa (23/6/2026) dan menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan pemasyarakatan. Peluncuran dilakukan di Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta dan diikuti oleh jajaran pegawai serta warga binaan yang terlibat dalam berbagai program pembinaan.
Melalui sistem baru tersebut, petugas dapat memantau aktivitas pembinaan secara langsung dari pusat pengawasan. Seluruh kegiatan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian, dapat dipantau dan didokumentasikan secara berkelanjutan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Narkotika Jakarta, Nanda Adesaputra, mengatakan sistem monitoring ini dirancang untuk memastikan seluruh program pembinaan berjalan sesuai target dan dapat dievaluasi secara objektif.
“Melalui sistem ini, setiap kegiatan pembinaan dapat dipantau secara langsung sehingga proses pengawasan menjadi lebih efektif dan terukur," ungkap Nanda dalam keterangan persnya.
"Selain mendukung keamanan dan ketertiban, data yang terekam juga menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan,” tambahnya.
Menurut dia, penggunaan CCTV terintegrasi akan membantu petugas mengidentifikasi pelaksanaan program secara lebih akurat.
Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memiliki indikator keberhasilan yang dapat diukur.
Sistem tersebut juga memungkinkan pengawasan dilakukan secara berkesinambungan tanpa harus mengandalkan pemantauan manual di setiap lokasi kegiatan.
Rekaman yang tersimpan dapat digunakan sebagai bahan analisis dan evaluasi terhadap efektivitas program pembinaan.
Penerapan teknologi pengawasan ini merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang mengedepankan aspek profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.
Lapas Narkotika Jakarta menilai penggunaan teknologi menjadi kebutuhan dalam mendukung pelaksanaan tugas pembinaan yang semakin kompleks.
Selain meningkatkan efektivitas pengawasan, keberadaan sistem monitoring digital juga diharapkan mampu memperkuat keamanan lingkungan lapas dan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur.
Nanda menegaskan bahwa inovasi tersebut bukan semata-mata berorientasi pada pengawasan, melainkan untuk memastikan warga binaan memperoleh program pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas pembinaan sehingga warga binaan memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan peluncuran Sistem Monitoring CCTV Terintegrasi, Lapas Narkotika Jakarta menambah daftar inovasi berbasis teknologi yang diterapkan dalam lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih efektif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Voli, Beladiri, DKI Jakarta |













