Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Gaya Main Afrika Kejutkan The Three Lions Bellingham Petik Pelajaran Berharga

Gaya Main Afrika Kejutkan The Three Lions Bellingham Petik Pelajaran Berharga
Jude Bellingham (10) dari Inggris mengamati bola selama pertandingan sepak bola Grup L Piala Dunia antara Inggris dan Ghana di Foxborough, Mass, dekat Boston, Selasa, 23 Juni 2026. (Sumber: AP Photo/Martin Meissner)
Rabu, 24 Juni 2026 12:27 WIB

JAKARTA - Taktik bertahan kokoh yang diusung Pelatih Ghana, Carlos Queiroz berhasil membendung agresivitas tim nasional Inggris. Laga sengit Grup L Piala Dunia 2026 tersebut berakhir imbang tanpa gol di Boston Stadium, Foxborough, Rabu (24/6/2026) pagi.

Hasil seri ini memutus tren kemenangan Inggris yang sebelumnya sukses menaklukkan Kroasia. Gelandang tim nasional Inggris, Jude Bellingham mengakui ketangguhan skema permainan lawan yang sulit ditembus.

"Ini adalah salah satu hal yang bisa saja terjadi. Pujian untuk Ghana, mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka incar dari pertandingan ini. Kami tidak cukup mampu membongkar pertahanan mereka, bahkan dengan semua sepak pojok, penguasaan bola, dan tembakan ke gawang yang kami miliki," kata Bellingham.

Tembok Tebal Lini Belakang

Sepanjang pertandingan, serangan bertubi-tubi The Three Lions seakan membentur tembok tak kasat mata. Pemain Real Madrid berusia 22 tahun ini menyoroti perbedaan kontras statistik di atas rumput hijau:

  • Agresivitas Inggris: Menguasai bola dan melepaskan 19 tembakan.
  • Kedisiplinan Ghana: Rapat di lini belakang dan membatasi diri dengan 2 tembakan.

Peluang matang sejatinya tercipta saat laga mulai terbuka di penghujung babak kedua. Nahas, sundulan Nico O’Reilly keras membentur mistar gawang, dan tendangan Harry Kane terlampau tinggi dari target sasaran.

Adaptasi Menghadapi Karakter Afrika

Gagal mencetak gol tidak membuat mental tim seketika runtuh. Bellingham menilai gaya main pantang menyerah dari wakil Afrika ini menjadi pemanasan krusial untuk menghadapi fase genting turnamen.

"Kami tidak hanya akan bertanding melawan tim-tim dari Eropa atau tim yang sudah biasa kami hadapi. Sangat luar biasa bisa bermain lebih awal melawan tim kuat dari Afrika yang memberikan ancaman dengan cara yang sepenuhnya berbeda," tutur Bellingham.

"Bagian dari keindahan Piala Dunia adalah Anda bisa bermain melawan tim, pemain, dan gaya bermain yang biasanya tidak Anda hadapi. Hal ini pastinya akan menempatkan kami dalam posisi yang baik untuk menghadapi sisa turnamen," ucapnya menambahkan.

Menjaga harmoni tim kini menjadi tugas krusial. Memiliki bekal 4 poin di klasemen sementara, situasi internal tetap terkendali tanpa kepanikan berlebih.

"Tidak ada kekhawatiran, tidak ada stres, dan tidak ada drama sama sekali di dalam sana. Pesan saya adalah memastikan kami tetap positif dan menjaga atmosfer baik yang sudah terbangun. Kami telah mengemas empat poin, itu menempatkan kami dalam posisi yang baik. Ini bukan akhir dunia," ujarnya.

Ujian selanjutnya bagi Inggris adalah memastikan laju ke babak gugur dengan mengunci hasil positif saat meladeni Panama Minggu (28/6/2026) pagi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompastv
Kategori:Sepakbola
wwwwww