Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  PON

Lapas Serang Skrining HIV terhadap 400 Warga Binaan

Lapas Serang Skrining HIV terhadap 400 Warga Binaan
Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan darah warga binaan Lapas Kelas IIA Serang. (Ist)
Jum'at, 26 Juni 2026 19:26 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
SERANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, Banten melakukan skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) terhadap 400 warga binaan sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Banten Girang itu menggunakan metode Voluntary Counseling and Testing (VCT), yang meliputi penyuluhan, konseling, serta pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi deteksi dini terhadap penyakit menular sekaligus memastikan hak atas pelayanan kesehatan tetap terpenuhi bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai HIV, mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap upaya pencegahan penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

"Skrining HIV ini bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini yang efektif," ungkap Riko, Jumat (26/6/2026).

"Dengan mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak awal, kami dapat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan secara cepat dan tepat sehingga lingkungan lapas tetap sehat dan aman bagi seluruh penghuni maupun petugas," tambahnya.

Menurut dia, kolaborasi dengan Puskesmas Banten Girang menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, terutama dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan penyakit menular.

Lapas Kelas IIA Serang menilai deteksi dini merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas kesehatan warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas.

Melalui pemeriksaan berkala, potensi penyebaran penyakit diharapkan dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan kondusif. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Voli, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww