Jakarta Night at The Library Sukses Sedot Animo Ratusan Pengunjung
![]() |
| Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono (kanan) dan Kepala UPT Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim (kiri). |
Sabtu, 27 Juni 2026 07:38 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat mulai "menulis halaman ke-500" Kota Jakarta melalui karya, gagasan, dan aktivitas literasi menjelang usia lima abad ibu kota.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Night at the Library bertajuk "Jakarta 499: Menulis Halaman ke-500 Kota Jakarta" di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus menjadi momentum menyongsong perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
"Kalau selama ini Jakarta berada di halaman ke-499, maka kini kami mengajak masyarakat mulai menuliskan halaman ke-500. Artinya, kita mulai mengisi babak baru Jakarta dengan berbagai karya, gagasan, dan kegiatan positif menuju usia 500 tahun," kata Nasruddin.
Menurutnya, sastra dan literasi memiliki peran penting dalam menghidupkan perpustakaan sebagai ruang publik yang aktif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat. Melalui berbagai kegiatan literasi, perpustakaan diharapkan tidak lagi dipandang sekadar tempat meminjam buku, tetapi menjadi ruang bertemu, berdiskusi, berkarya, hingga melahirkan ide-ide baru.
Ia mengaku senang melihat antusiasme masyarakat yang memilih menghabiskan malam di perpustakaan.
"Perpustakaan mulai menjadi tempat yang bukan hanya dikunjungi ketika ada tugas kuliah, tetapi juga ketika orang ingin menikmati malam. Sesungguhnya perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi tempat membaca kehidupan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Nasruddin juga memperkenalkan gagasan bahwa Jakarta bukan sekadar ibu kota, melainkan "Ibu Cerita".
Menurutnya, sejarah Jakarta dibangun bukan hanya melalui gedung dan infrastruktur, tetapi juga melalui karya sastra, jurnalisme, kebudayaan, serta kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Kalau gedung adalah tubuh sebuah kota, maka cerita adalah jiwanya. Jakarta beruntung memiliki jiwa yang sangat kaya," ucapnya.
Ia menambahkan, Jakarta memiliki sejarah panjang dalam perkembangan literasi nasional, mulai dari berkembangnya surat kabar modern, lahirnya Balai Pustaka, hingga tumbuhnya ribuan penulis, jurnalis, penerbit, budayawan, dan komunitas kreatif yang terus menciptakan sejarah baru.
Pada malam yang sama, Dispusip juga secara resmi melakukan Kick Off Festival Sastra H.B. Jassin 2026. Menurut Nasruddin, festival tersebut bukan sekadar perayaan sastra, melainkan gerakan untuk memperkuat budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta menghargai karya.
Ia juga menyinggung pengakuan internasional yang telah diraih Jakarta sebagai Kota Sastra UNESCO. Menurutnya, predikat tersebut merupakan amanah agar Jakarta terus membangun budaya membaca dan berpikir kritis.
"Perpustakaan hari ini adalah ruang publik. Tempat berdiskusi, berkarya, bertemu, dan menemukan ide. Kota literasi bukan kota yang memiliki perpustakaan paling megah, melainkan kota yang masyarakatnya gemar membaca, berdialog, berpikir kritis, dan menghasilkan karya," tegasnya.
Nasruddin pun mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam Festival Sastra H.B. Jassin, baik sebagai penulis, pembaca, relawan, peserta, maupun pengunjung perpustakaan.
"Tahun depan Jakarta memasuki usia 500 tahun. Lima abad bukan sekadar perayaan umur kota, tetapi perayaan atas kemampuan sebuah kota untuk terus belajar dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim mengatakan, Perpustakaan Jakarta juga menyiapkan berbagai kegiatan khusus selama masa liburan sekolah.
Sebanyak 16 program diselenggarakan mulai 23 Juni hingga akhir masa liburan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi workshop, kerajinan tangan (crafting), mendongeng, hingga berbagai aktivitas edukatif lainnya yang ditujukan bagi anak-anak.
"Selain bertepatan dengan ulang tahun Jakarta, saat ini juga sedang berlangsung liburan sekolah. Karena itu kami menghadirkan berbagai kegiatan agar anak-anak dapat belajar sekaligus menikmati masa liburan mereka di perpustakaan," jelas Diki.
Ia menambahkan, informasi mengenai seluruh rangkaian kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram resmi Perpustakaan Jakarta.
Diketahui, kegiatan Night at the Library mampu menarik sekitar 500-600 pengunjung, sejalan dengan tingginya kunjungan harian Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin yang mencapai sekitar 1.500 pengunjung pada hari kerja dan hingga 3.000 pengunjung pada akhir pekan.
Night at the Library menghadirkan beragam program yang mempertemukan literasi, arsip, sejarah, seni pertunjukan, musik, hingga budaya populer dalam satu ruang yang terbuka bagi masyarakat. Rangkaian acara meliputi diskusi publik bertajuk "Potret Jakarta dalam Literatur dari Masa ke Masa" bersama sejarawan Hilmar Farid, sejarawan Asep Kambali, sastrawan Avianti Armand, dengan moderator Jovial da Lopez.
Pengunjung juga disuguhkan monolog Ismail Marzuki oleh Sun Community, penampilan musik Duo Libra, Smoothies, Alika Shafira, dan Ecoutez, serta peluncuran Festival Sastra H.B. Jassin 2026 yang akan mulai berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi ruang bagi publik untuk mengenali Jakarta melalui berbagai sudut pandang, mulai dari sejarah, sastra, seni, dan ingatan kolektif. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













