Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

Pramono Yakin Target Layanan Air Bersih 100 Persen di Jakarta Tercapai pada 2029

Pramono Yakin Target Layanan Air Bersih 100 Persen di Jakarta Tercapai pada 2029
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Sabtu, 27 Juni 2026 07:02 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, optimistis target cakupan layanan air bersih perpipaan 100 persen di Jakarta pada 2029 dapat tercapai. Keyakinan tersebut didasarkan pada capaian layanan PT PAM JAYA (Perseroda) yang kini telah menjangkau 82 persen wilayah Jakarta atau sekitar 8,9 juta jiwa.

Pernyataan itu disampaikan Pram dalam acara Jakarta Water Hero 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2026).

‎
‎"Ketika saya mencanangkan pada 2029 layanan air bersih di Jakarta harus mencapai 100 persen, banyak yang tidak percaya. Namun sekarang capaian PAM JAYA sudah mencapai 82 persen. Saya yakin, dengan waktu tiga tahun ke depan, target 100 persen itu bisa kita wujudkan," kata Pram.
‎
‎Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan target layanan air bersih menyeluruh bukan lagi sekadar rencana, melainkan sasaran yang realistis untuk diwujudkan melalui percepatan pembangunan jaringan perpipaan dan penguatan tata kelola perusahaan.
‎
‎Pram menegaskan, penghargaan yang diterima PAM JAYA, termasuk Rekor MURI atas penambahan sambungan pelanggan terbanyak dalam satu tahun sebanyak 72.666 sambungan sepanjang 2025, bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan seluruh masyarakat, terutama kelompok yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih, dapat menikmati layanan yang layak.
‎
‎"Bagi saya, Rekor MURI merupakan bentuk apresiasi atas apa yang telah dilakukan. Namun yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses terhadap air bersih karena air merupakan hak dasar setiap warga," ujarnya.
‎
‎Ia juga meminta profesionalisme PAM JAYA tetap dijaga setelah perusahaan bertransformasi menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Menurut Pramono, pemisahan fungsi regulator dan operator harus dijalankan secara konsisten agar tata kelola perusahaan semakin transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.
‎
‎"Profesionalisme adalah kata kunci jika PAM JAYA ingin terus maju. Tidak boleh ada intervensi dalam menjalankan perusahaan. Ketika tata kelola dijaga dengan baik, hasilnya mulai kita rasakan hari ini," tegasnya.
‎
‎Pram menambahkan, perluasan layanan air perpipaan juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah yang berlebihan. Menurutnya, eksploitasi air tanah berisiko memperparah penurunan muka tanah dan mengancam ketahanan lingkungan Jakarta.
‎
‎"Air bukan sekadar komoditas, tetapi hak dasar warga. Karena itu, layanan air minum harus aman, berkualitas, terjangkau, dan dapat diakses secara setara oleh seluruh masyarakat. Ketahanan air tidak cukup dibangun melalui infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga untuk menggunakan air secara bijak," jelasnya.
‎
‎Sementara itu, Direktur Utama PT PAM JAYA (Perseroda), Arief Nasrudin mengatakan, PAM JAYA terus mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung target layanan penuh pada 2029.
‎
‎Saat ini, jaringan perpipaan PAM JAYA telah mencapai sekitar 13.200 kilometer setelah penambahan sekitar 1.200 kilometer jaringan baru. Untuk mencapai cakupan layanan 100 persen, perusahaan masih akan membangun lebih dari 2.000 kilometer jaringan perpipaan lagi.
‎
‎Selain itu, PAM JAYA juga menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru, embung sebagai sumber air baku, serta mengembangkan skema pembiayaan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (public private partnership) guna memperkuat pendanaan proyek.
‎
‎Di sisi pelayanan, PAM JAYA tetap mempertahankan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Kartu Air Sehat yang memberikan tarif air sebesar Rp1 per liter.
‎
‎"Kami terus berinovasi agar target yang diberikan Pemprov DKI Jakarta dapat tercapai. Insyaallah, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat Jakarta dapat sepenuhnya menikmati layanan air bersih perpipaan pada 2029," tutur Arief.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, PAM JAYA juga memberikan penghargaan kepada pelanggan, komunitas, instansi, dan mitra yang dinilai berkontribusi dalam mendukung pengelolaan air berkelanjutan serta percepatan perluasan layanan air bersih di Jakarta. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww