Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Dorong Transformasi dan Aspek HSSE

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Dorong Transformasi dan Aspek HSSE
Komut Pertamina, Mochamad Iriawan saat kunjungan kerja di Wilayah Jawa Timur. (Ist)
Rabu, 01 Juli 2026 23:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA – Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan rangkaian kunjungan kerja (kunker) strategis di wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (1/7/2026). Dalam kunker itu, ia menekankan dua agenda krusial bagi masa depan korporasi, yakni membangun budaya kepemimpinan kolaboratif yang adaptif di tengah transisi energi, serta menegaskan implementasi aspek keselamatan kerja sebagai prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.

Mengawali agendanya, Iriawan hadir sebagai narasumber dalam Sharing Session bersama sekitar 200 Perwira Pertamina dari berbagai entitas Pertamina Group di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya. Forum ini dirancang sebagai wadah penguatan visi bersama guna menyiapkan seluruh lini insan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi global yang kini memasuki era perubahan besar.

Dalam paparannya, Iriawan menjelaskan bahwa industri energi saat ini berada di titik persimpangan kritis yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni transisi energi, disrupsi teknologi, serta meningkatnya ekspektasi para pemangku kepentingan. Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya untuk siap berselancar di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang menuntut pengambilan keputusan cepat di tengah ketidakpastian.

"Kepemimpinan bukanlah soal jabatan di atas kertas, melainkan soal aksi, integritas, dan bagaimana kita mampu mengayomi tim di lapangan. Seorang pemimpin harus hadir, memberi contoh, dan menjadi solusi bagi organisasinya," tegasnya.

Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini juga meminta seluruh Perwira untuk segera meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang kerap menghambat laju inovasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas fungsi yang cair demi menyatukan gerak langkah subholding downstream di bawah bendera Pertamina, di mana setiap individu wajib memelihara rasa kepemilikan yang tinggi terhadap target perusahaan.

Usai mematangkan aspek manajerial di Surabaya, Iriawan melanjutkan rangkaian kerjanya melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants. Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan bahwa denyut operasional di lini produksi tetap berjalan selaras dengan standar keselamatan kerja tertinggi yang berlaku di lingkungan korporasi.

Di hadapan para pekerja di Gresik, Iriawan menggarisbawahi bahwa budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus melekat erat dan menjadi bagian dari DNA operasional perusahaan. Kesempurnaan operasional dinilai tidak akan pernah tercapai jika kepatuhan terhadap prosedur keselamatan hanya dianggap sebagai formalitas di atas kertas semata.

Untuk itu, manajemen menekankan tiga pilar utama yang harus dijaga tanpa kompromi, yaitu 100 persen integritas fasilitas demi menjamin keamanan sarana penunjang, 100 persen disiplin operasional pekerja terhadap SOP, serta 100 persen manajemen risiko melalui mitigasi berkala di area kerja. Langkah terintegrasi ini menjadi cerminan dari standar operasional Pertamina yang aman, andal, dan efisien.

Iriawan pun memberikan pesan mendalam terkait perlindungan berbasis kemanusiaan di area kerja. "Tidak ada target produksi yang lebih penting, tidak ada target penjualan yang melebihi nilai nyawa seorang pekerja, dan tidak ada keuntungan yang setara dengan kembalinya pekerja dengan selamat ke rumah. Keselamatan adalah tanggung jawab moral tertinggi," ujarnya lantang.

Di sela kunjungan tersebut, Komisaris Utama juga memberikan apresiasi khusus terhadap peran strategis m Gresik Lube Oil Blending Plant (LOBP). Fasilitas canggih ini dinilai menjadi fondasi utama Pertamina dalam menjaga kualitas produk, menjamin keandalan pasokan pelumas nasional, sekaligus menjadi mesin pencetak profitabilitas yang kuat untuk bersaing di pasar domestik maupun global.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, memaparkan kesiapan infrastruktur distribusi hilir perusahaan yang telah tersebar masif dari Sabang sampai Merauke. Jaringan distribusi yang kokoh ini menjadi ujung tombak perusahaan dalam memastikan ketersediaan produk pelumas andalan Pertamina dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan cepat.

Saat ini, kekuatan distribusi tersebut ditopang oleh 7 Sales Region*, 79 Sales Force, serta 134 distributor yang mencakup jalur industri dan ritel. Infrastruktur ini diperkuat oleh lebih dari 64.983 Registered Retail Outlet, serta melayani 21.741 jaringan konsumen industri guna mengamankan pasokan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. ***

wwwwww