Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  PON

Polda Metro Jaya Asesmen Psikologis Korban Dugaan Penyekapan di Jakarta Pusat

Polda Metro Jaya Asesmen Psikologis Korban Dugaan Penyekapan di Jakarta Pusat
Korban Dugaan Penyekapan di Jakarta Pusat. (Polda Metro Jaya)
Jum'at, 03 Juli 2026 16:42 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA – Polda Metro Jaya melakukan asesmen psikologis dan pemeriksaan kesehatan terhadap tiga korban dugaan penyekapan di Jakarta Pusat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental para korban sebelum menjalani tahapan lanjutan dalam proses penyidikan.

Pendampingan berlangsung di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di kawasan Kwini, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan melibatkan Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, serta tim penasihat hukum para korban.

Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Y. mengatakan asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi awal korban, baik secara psikologis maupun fisik.

"Tujuan kami memastikan para korban berada dalam kondisi sehat secara fisik maupun psikologis sehingga dapat mengikuti seluruh proses hukum sesuai ketentuan," kata AKBP Ida Bagus dalam siaran pers, Jumat (3/7).

Ia menjelaskan hasil asesmen awal akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan berikutnya. Menurut dia, evaluasi terhadap kondisi psikologis korban masih akan dilakukan secara berkala.

"Hasil asesmen ini akan kami tindak lanjuti. Jika diperlukan, pendampingan lanjutan akan terus diberikan agar proses pemulihan berjalan optimal," ujarnya.

Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan penyidik serta penasihat hukum mengenai kebutuhan korban selama proses penyidikan berlangsung.

"Kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan penyidikan sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi. Tujuannya agar proses hukum dapat berjalan lebih jelas dan komprehensif," kata AKBP Ida Bagus.

Menurut dia, hingga saat ini ketiga korban masih mampu mengikuti proses pemeriksaan. Namun, kondisi psikologis mereka tetap memerlukan pemantauan karena diduga mengalami tekanan akibat peristiwa yang dialami.

Polda Metro Jaya memastikan layanan psikologis maupun medis akan tetap diberikan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Fokus kami adalah memastikan para korban dapat pulih, baik secara jasmani maupun rohani, sehingga mereka dapat menjalani proses hukum dengan baik," ujar Ida Bagus. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww