BPI Danantara Usut Dugaan Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Dugaan rekayasa keuangan yang ditemukan dalam tata kelola PT Pos Indonesia mendorong desakan serius untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait indikasi penyimpangan tersebut.
Evaluasi sebagai Langkah Pembersihan
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto menyambut positif tindakan evaluasi yang dilakukan Danantara. Ia menilai langkah ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan bisnis BUMN yang bersih dari maladministrasi.
"Proses evaluasi seperti ini merupakan langkah yang tepat dan perlu terus diperkuat," ungkap Firnando, Minggu (5/7/2026).
Audit Investigasi Sedang Berjalan
Hasil pemeriksaan due diligence Danantara mengungkap adanya persoalan keuangan menahun di PT Pos Indonesia. Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas memastikan timnya terus bergerak mengumpulkan bukti.
"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Rohan.
Rohan menegaskan komitmen Danantara untuk memproses temuan tersebut secara hukum demi memulihkan kesehatan perusahaan.
Pentingnya Budaya Integritas di BUMN
Firnando berharap evaluasi ini menjadi pintu masuk bagi penataan sistem pengawasan BUMN secara nasional. Ia menekankan bahwa dana dan aset yang dikelola BUMN adalah milik rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan profesional.
"BUMN mengelola aset dan uang rakyat, sehingga setiap kebijakan dan pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, profesional, dan akuntabel," sambungnya.
Komisi VI DPR RI berkomitmen terus melakukan pengawasan terhadap kinerja Danantara dalam mengelola transformasi BUMN. Hal ini bertujuan agar operasional perusahaan negara tetap efisien dan memberikan manfaat luas bagi publik.
"Kami akan terus memantau dan mengawasi kinerja Danantara serta seluruh BUMN agar tata kelola perusahaan negara semakin baik dan persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Beladiri, DKI Jakarta |













