Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

DPRD DKI Dorong Gerakan Pilah Sampah Jadi Budaya di Seluruh Kantor Pemerintah

DPRD DKI Dorong Gerakan Pilah Sampah Jadi Budaya di Seluruh Kantor Pemerintah
Tiga jenis tempat sampah pilah. (Ist).
Jum'at, 17 Juli 2026 13:17 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat budaya pengelolaan sampah melalui gerakan pemilahan sampah dan pengoperasian waste station di Balai Kota mendapat apresiasi dari Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan semata.

Nabilah menilai, perubahan budaya pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan pemerintahan sebelum diterapkan secara luas kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus menjadi contoh nyata dalam membangun kebiasaan memilah sampah.

‎
‎"Pemerintah tidak bisa hanya mengajak masyarakat memilah sampah, tetapi juga harus memberi contoh melalui budaya kerja di kantor pemerintahan," kata Nabilah dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
‎
‎Ia menegaskan, gerakan pemilahan sampah perlu diterapkan secara menyeluruh di seluruh kantor perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dengan penerapan standar yang sama, budaya memilah sampah diyakini dapat menjadi bagian dari sistem kerja birokrasi, bukan sekadar program sesaat.
‎
‎"Kalau ingin mengubah perilaku masyarakat, pemerintah harus lebih dulu konsisten," ujarnya.
‎
‎Selain perluasan implementasi, Nabilah juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyusun mekanisme evaluasi dan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan pemilahan sampah di seluruh kantor pemerintahan.
‎
‎Menurutnya, keberhasilan program harus diukur menggunakan indikator yang jelas, mulai dari tingkat kepatuhan aparatur dalam memilah sampah hingga besarnya pengurangan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
‎
‎Ia menilai, evaluasi yang terukur akan menjadi dasar untuk memastikan efektivitas program sekaligus mendorong perbaikan jika ditemukan kendala dalam pelaksanaannya.
‎
‎Nabilah berharap, gerakan pemilahan sampah di lingkungan Pemprov DKI dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas sehingga terbentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah di Jakarta.
‎
‎"Pemerintah harus menjadi role model agar pilah sampah benar-benar menjadi budaya baru di Jakarta," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww