Antusiasme Warga di Night at the Library Jadi Bukti Perpustakaan Jakarta Makin Dicintai
![]() |
| Antusiasme warga dalam acara Night at the Library (NATL). |
Sabtu, 18 Juli 2026 06:45 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Perpustakaan Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai ruang publik inklusif atau third place (ruang ketiga) bagi masyarakat.
Hal tersebut tercermin dari tingginya antusiasme warga terhadap gelaran Night at the Library (NATL) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Perpustakaan Jakarta yang digelar di Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono mengatakan, ekosistem literasi di Jakarta terus berkembang. Menurutnya, perpustakaan kini tak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring sosial.
"Kami berharap Perpustakaan Jakarta dapat menjadi salah satu inovasi layanan yang menghadirkan perpustakaan sebagai third place atau ruang ketiga bagi masyarakat Jakarta," kata Nasruddin.
Ia menjelaskan, HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta yang diperingati pada 7 Juli 2026 bertepatan dengan peluncuran Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang sudah diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Nasruddin menilai, kehadiran perpustakaan baru tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang bahkan mampu menarik sekitar 1.000 pengunjung setiap hari.
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Jakarta terus meningkat," ujarnya.
Antusiasme serupa juga terlihat pada penyelenggaraan Night at the Library. Seluruh kuota peserta sebanyak 800 orang langsung habis hanya sesaat setelah pendaftaran dibuka.
Data Dispusip DKI Jakarta mencatat, sepanjang Semester I 2026, Perpustakaan Jakarta menerima 320.352 kunjungan atau rata-rata sekitar 13 ribu pengunjung setiap pekan. Sementara sejak kembali dibuka hingga memasuki usia empat tahun, total kunjungan telah mencapai sekitar 1,96 juta orang.
"Angka ini menunjukkan bahwa perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup, tempat masyarakat belajar, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring," terang Nasruddin.
Ia menambahkan, penguatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam menyongsong 500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui ruang-ruang literasi yang terbuka dan inklusif.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim menegaskan, transformasi layanan perpustakaan bertujuan memperkuat perannya sebagai ruang ketiga yang nyaman bagi masyarakat.
"Kami berharap transformasi layanan ini dapat memantapkan peran Perpustakaan Jakarta sebagai ruang ketiga tempat interaksi sosial yang inklusif, nyaman, dan hidup di luar rumah serta tempat kerja," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim menyampaikan, salam dari Gubernur DKI Jakarta sekaligus mengapresiasi inovasi layanan yang terus dilakukan Dispusip DKI.
Menurut Ali, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
"Literasi saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengembangkan keterampilan, serta membangun daya saing," jelasnya.
Ali berharap, program seperti Night at the Library terus digelar agar Perpustakaan Jakarta semakin menjadi pusat literasi, kreativitas, pengembangan sumber daya manusia, sekaligus ruang kolaborasi yang memperkuat interaksi sosial masyarakat Jakarta.
Rangkaian Night at the Library menghadirkan sejumlah tokoh lintas bidang, di antaranya Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus musisi Yovie Widianto yang berbagi pengalaman berkarya di industri kreatif, praktisi karier Tika Mudiana, penulis Dewi "Dee" Lestari, serta ditutup dengan penampilan grup musik Mocca. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













