Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Kriminal

Firman Murka Mafia BBM Diduga Nikmati Subsidi Nelayan, Minta Tindakan Tegas

Firman Murka Mafia BBM Diduga Nikmati Subsidi Nelayan, Minta Tindakan Tegas
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. (Ist)
Sabtu, 18 Juli 2026 19:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Firman Soebagyo melontarkan kritik keras kepada pemerintah atas maraknya praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Pantai Utara (Pantura). Ia menilai negara tidak boleh terus membiarkan mafia menikmati keuntungan dari kebijakan yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan.

Firman mendesak pemerintah segera membentuk Satgas Gabungan dari Pusat untuk menyapu bersih jaringan mafia BBM yang diduga bermain dalam distribusi solar bersubsidi.

"Kami di DPR mati-matian memperjuangkan hak rakyat. Jangan sampai hasil perjuangan itu justru dirampok dan dinikmati mafia BBM," tegas Firman, Sabtu (18/7/2026).

Firman mengatakan, sejak awal dirinya telah mengingatkan bahwa perbedaan harga yang cukup tinggi antara solar untuk nelayan, BBM subsidi, dan BBM industri akan menjadi ladang empuk bagi para mafia apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.

"Selisih harga yang sangat besar ini menjadi magnet bagi mafia. Kalau pemerintah lengah, solar subsidi pasti diselewengkan ke industri. Yang rugi nelayan, yang untung mafia," katanya.

Firman juga mengungkap adanya laporan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah SPBU dalam praktik penyelewengan BBM. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak sekadar memberikan peringatan, melainkan menjatuhkan hukuman yang paling berat kepada pihak yang terbukti terlibat.

"Cabut izin SPBU yang bermain. Proses hukum pemiliknya. Kalau perlu sita seluruh aset hasil kejahatannya. Negara tidak boleh kalah oleh mafia BBM," ujar legislator dapil Jateng III ini.

Menurut Firman, kebijakan pemerintah menetapkan harga solar nelayan sebesar Rp15.000 per liter akan kehilangan makna apabila distribusinya dikuasai mafia. Ia mengingatkan, setiap liter BBM yang diselewengkan sama saja dengan merampas hak nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya di laut.

Firman pun mendesak Presiden dan pemerintah bertindak cepat dengan membentuk Satgas Gabungan dari Pusat yang melibatkan KKP, BPH Migas, Polri, TNI AL, serta unsur masyarakat untuk melakukan operasi besar-besaran di wilayah Pantura.

"Jangan beri ruang sedikit pun bagi mafia BBM. Tangkap aktor intelektualnya, bongkar jaringannya dari hulu sampai hilir, dan pastikan setiap tetes solar subsidi benar-benar sampai ke tangan nelayan, bukan ke kantong mafia," pungkasnya. ***

wwwwww