Dominasi Spanyol di Final, Ferran Torres Hancurkan Harapan Argentina
![]() |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
JAKARTA - Spanyol resmi keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2026 setelah menundukkan juara bertahan Argentina 1-0 di Stadion MetLife, New York New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Trofi ini melengkapi dominasi La Roja di kancah sepak bola internasional setelah sebelumnya memenangi Euro 2024.
Keberhasilan Spanyol ditentukan melalui gol pemain pengganti Ferran Torres pada babak tambahan waktu, tepatnya di menit ke-106. Penyerang Barcelona tersebut menuntaskan bola liar di dalam kotak penalti usai Nico Williams memenangi duel udara.
Taktik Redam Efektivitas Lawan
Sepanjang pertandingan, Spanyol mencatatkan efektivitas permainan yang tinggi dengan penguasaan bola mutlak. Skuad asuhan Luis de la Fuente melepaskan 20 tembakan, 12 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, pergerakan kapten Argentina, Lionel Messi, berhasil dikunci rapat sehingga tim Tango hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang Unai Simon.
"Dari sisi permainan, pertandingan berlangsung kurang lebih seperti yang kami perkirakan, bahkan kami tampil lebih dominan. Kami terus menyerang, sementara Argentina hampir tidak memiliki peluang," papar De la Fuente.
Argentina semakin tertekan setelah bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Enzo Fernandez jelang berakhirnya waktu normal babak kedua. Spanyol sebenarnya sempat mencetak dua gol lain melalui Nico Williams dan Ferran Torres, namun keduanya dianulir wasit karena pelanggaran serta offside.
Bukti Kesetiaan pada Filosofi Permainan
Kemenangan ini menjadi puncak dari konsistensi pembinaan dan gaya bermain yang diterapkan Spanyol. De la Fuente menegaskan bahwa keberhasilan timnya bukan sekadar mengandalkan kemampuan individu, melainkan kerja sama dan kedisiplinan taktik seluruh pemain.
"Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka tumbuh bersama ide permainan yang sama, setia pada filosofi itu, lalu terus menyempurnakannya," tegasnya.
Sapu Bersih Penghargaan Turnamen
Dominasi permainan Spanyol di lapangan berbanding lurus dengan penghargaan individu yang mereka terima. Gelandang Rodri dianugerahi Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen karena perannya sebagai pengatur tempo permainan yang tak tergantikan di delapan laga.
Kiper Unai Simon meraih Golden Glove usai menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam enam pertandingan, mencetak rekor clean sheet terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Sementara itu, gelar Pemain Muda Terbaik jatuh ke tangan bek Pau Cubarsi yang tampil penuh di setiap pertandingan. Untuk gelar pencetak gol terbanyak, Kylian Mbappe dari Prancis berhak atas Golden Boot berkat torehan 10 gol. ***
| Kategori | : | Sepakbola |













