Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Jakarta Perkuat Status Kota Ramah Anak, Pram Dorong Pemenuhan Hak Anak

Jakarta Perkuat Status Kota Ramah Anak, Pram Dorong Pemenuhan Hak Anak
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Provinsi DKI Jakarta. (Ist).
Senin, 20 Juli 2026 16:59 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah anak melalui penguatan perlindungan, pemenuhan hak, serta peningkatan kesejahteraan anak.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Halaman Balai Kota Jakarta, Senin (20/7).

‎
‎Pram mengatakan, Pemprov DKI terus memastikan seluruh kebijakan pembangunan memberikan ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, Jakarta juga konsisten mempertahankan predikat sebagai Provinsi Layak Anak sejak 2022.
‎
‎"Pemerintah DKI Jakarta akan terus memastikan Jakarta benar-benar menjadi provinsi yang ramah anak. Sejak 2022, Jakarta merupakan salah satu provinsi yang secara konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak," kata Pram.
‎
‎Ia turut mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta.
‎
‎Mengusung tema "Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh Berdaya", peringatan HAN tahun ini diisi dengan berbagai permainan tradisional dan lomba "Bermain Gembira" yang mengajarkan nilai kejujuran, sportivitas, gotong royong, kreativitas, hingga semangat bangkit setelah menghadapi kegagalan.
‎
‎Pram juga berinteraksi langsung dengan sejumlah anak, mulai dari berbincang mengenai cita-cita, hobi, hingga sepak bola. Ia bahkan memberikan kesempatan kepada seorang anak penyandang disabilitas untuk menyanyikan lagu anak-anak di hadapan para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan dan ruang berekspresi bagi seluruh anak.
‎
‎Menurutnya, setiap anak berhak memiliki ruang untuk bermain, berkreasi, dan mengembangkan potensi tanpa terbebani berbagai tekanan.
‎
‎"Menjadi anak-anak itu tugasnya jangan terlalu banyak. Harus punya ruang untuk bermain dan mengekspresikan apa yang menjadi keinginannya. Tadi saya melihat anak-anak begitu luar biasa," tutur Pram.
‎
‎Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota ramah anak, Pemprov DKI terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak. Program tersebut meliputi penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Program Pemutihan Ijazah, pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, Program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, pembangunan 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), hingga penyediaan layanan day care serta Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak yang beroperasi selama 24 jam.
‎
‎Pramono juga memastikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai bantuan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
‎
‎"Untuk anak-anak yang tinggal di Jakarta, sebagai kota ramah anak, saya berharap manfaatkan kesempatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Jika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Pemprov DKI Jakarta membuka ruang seluas-luasnya melalui berbagai program bantuan pendidikan," ungkapnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, mengapresiasi konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan kebijakan yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
‎
‎"Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta karena berbagai kebijakannya benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak serta menciptakan suasana yang mendukung pemenuhan hak anak secara optimal," ucap Seto.
‎
‎Pria yang akrab disapa Kak Seto itu juga mengusulkan agar Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan Seksi Perlindungan Anak (SPARTA) di seluruh rukun tetangga (RT). Menurutnya, keberadaan SPARTA akan memperkuat peran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak sejak dari lingkungan terdekat.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, LPAI menganugerahkan penghargaan Gubernur Sahabat Anak kepada Gubernur Pramono Anung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi hak serta memperkuat perlindungan anak di ibu kota. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww