Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Ledakan Tanker Guncang Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras AS

Ledakan Tanker Guncang Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras AS
Penampakan Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab dalam peta. (foto: tangkapan layar google map)
Senin, 20 Juli 2026 14:37 WIB

JAKARTA - Insiden ledakan dua kapal tanker di kawasan selatan Selat Hormuz, Senin (20/7/2026), memicu sengketa tajam antara militer Iran dan Amerika Serikat. Peristiwa ini sekaligus menggugurkan kesepakatan damai jangka panjang yang sempat diteken kedua belah pihak melalui mediasi Pakistan.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduh militer Amerika Serikat memberikan tekanan hingga memaksa kedua kapal melintasi rute berbahaya. Pihak IRGC menegaskan, jalur tersebut tidak akan aman untuk pengiriman logistik seperti gas, minyak, maupun pupuk selama Amerika Serikat tidak menghentikan agresinya di wilayah tersebut.

"Oleh karena itu militer AS harus bersiap menghadapi pembalasan atas tindakan ilegal dan melanggar hukum itu," tekannya dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) turut memverifikasi adanya insiden maritim di kawasan terkait. UKMTO melaporkan sebuah kapal mengalami kebakaran di perairan barat laut Kumzar, Oman, dengan radius delapan mil laut, namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.

Merespons rentetan ketegangan ini, Presiden AS, Donald Trump membenarkan adanya serangan militer Amerika Serikat ke sejumlah titik di Iran hingga menyebabkan kerusakan parah. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan langkah balasan atas melayangnya nyawa personel Amerika Serikat yang bertugas di Timur Tengah.

"Kami serang lagi mereka dengan sangat keras malam ini dan kami melakukannya demi tiga, bukan dua, patriot hebat yang gugur," paparnya di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, Minggu (19/7/2026).

Ia juga kembali mengutarakan penolakannya terhadap potensi kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia mengklaim bahwa Washington saat ini memegang kendali penuh atas rute perairan yang disengketakan tersebut.

"Kami mengendalikan Selat Hormuz dan Iran tidak mengendalikan apa pun," tandasnya.

Situasi di Selat Hormuz terus mengalami fluktuasi sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Februari lalu. Iran saat itu merespons dengan mengerahkan rudal serta pesawat nirawak menuju sejumlah negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww