Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Akselerasi Ketahanan Energi Asta Cita, Komut Pertamina Kunjungi Lapangan Hulu dari Pagi hingga Malam

Akselerasi Ketahanan Energi Asta Cita, Komut Pertamina Kunjungi Lapangan Hulu dari Pagi hingga Malam
Mochamad Iriawan saat berkunjung ke Region Sumatera Bagian Selatan. (Ist)
Selasa, 21 Juli 2026 22:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PRABUMULIH - Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendukung cita-cita ketahanan dan kemandirian energi nasional sebagaimana tertuang dalam agenda Asta Cita Pemerintah terus dibuktikan di lapangan. Tak mengenal lelah, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakoni kunjungan kerja marathon dari pagi hingga malam pada hari kedua agenda Management Walkthrough (MWT) di Region Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Selasa (2i1/7/2026).

Menyusuri berbagai titik vital operasional di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Prabumulih, Mochamad Iriawan meninjau beragam fasilitas strategis. Agenda padat tersebut mencakup peninjauan ke Integrated Demo Room, operasional teknis Rig PDSI #30.2/D1000-E, hingga fasilitas Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A yang merupakan urat nadi produksi minyak dan gas bumi di wilayah tersebut. Langkah menyusuri lapangan hingga larut malam ini dilakukan demi memastikan seluruh lini operasional hulu (upstream) berjalan optimal.

Rasa bangga pun terpancar dari mantan Pj Gubernur Jawa Barat tersebut saat menyaksikan secara langsung semangat para Perwira Pertamina yang bekerja di garis depan penyuplai energi nasional.

Iriawan menegaskan bahwa kunjungan fisiknya ini adalah bentuk apresiasi nyata atas capaian impresif yang sebelumnya hanya ia baca melalui lembar laporan di meja kerjanya. Menurutnya, kinerja Pertamina di PHR Zona 4 pada pertengahan tahun 2026 menunjukkan lonjakan efisiensi dan produktivitas yang sangat membanggakan.

"Laporan kinerja yang masuk ke meja saya menunjukkan pencapaian yang luar biasa di pertengahan tahun 2026 ini. Mulai dari keberhasilan pengeboran sumur pengembangan baru lewat metode infill dan step-out, hingga keberhasilan Sumur LBK-031 di akhir Juni lalu yang mencatatkan open flow 2.068 BOPD dan 2,68 MMSCFD," ujar Mochamad Iriawan dengan penuh apresiasi.

Tak hanya itu, Iriawan juga menyoroti potensi masif dari Sumur TLJ-261 dan GNK-113 di Lapangan Prabumulih yang menyentuh angka 4.834,8 BOPD, serta efisiensi luar biasa pada pengeboran sumur pengembangan KRG-042 di Struktur Karangan, Field Limau. Pengeboran tersebut mencatatkan hasil sementara 777 BOPD hanya dalam waktu 25 hari dari target awal 28 hari, serta realisasi biaya sebesar US$3,18 juta (76,15% dari AFE SKK Migas).

GoNews.co Foto bersama.
Foto bersama.

"Ini efisiensi waktu dan biaya yang luar biasa. Hasil ini adalah bukti nyata bahwa Bumi Sriwijaya masih menyimpan potensi besar jika dikelola oleh tangan-tangan yang tepat. Sinergi antara PEP Zona 4 dan Pertamina Drilling pada sumur L5A-309 yang hemat waktu 50% adalah contoh konkrit bagaimana kita bergerak cepat menyuplai gas nasional tanpa buang-buang waktu dan biaya," tegasnya.

Selain meninjau potensi produksi, perhatian Iriawa itu tercurah pada pembentukan budaya keselamatan kerja (HSSE) saat mengunjungi Integrated Demo Room. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menekankan pentingnya komitmen jangka panjang agar fasilitas edukasi tersebut tidak sekadar menjadi pameran fisik semata, melainkan pusat transformasi perilaku keselamatan bagi seluruh Perwira dan masyarakat umum.

Ia meminta manajemen untuk terus memodernisasi sarana edukasi keselamatan kerja sesuai perkembangan teknologi migas dan ketentuan regulasi terkini. Standar penyampaian materi, integrasi kesehatan kerja, hingga internalisasi pemahaman HSSE harus benar-benar diimplementasikan dalam aktivitas harian agar mampu mencegah berulangnya kecelakaan kerja.

Perjalanan dilanjutkan menuju Rig PDSI #30.2/D1000-E. Di lokasi pengeboran ini, Iriawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para kru rig. Ia menekankan bahwa peningkatan standar keselamatan, kesejahteraan, serta kenyamanan fasilitas pekerja di lapangan harus berjalan selaras dengan adopsi teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) demi mendukung target produksi migas nasional secara aman.

Rangkaian kunjungan kerja ditutup di SPG Beringin A, di mana Komut Pertamina memuji kerapian fasilitas dan pemanfaatan teknologi pengawasan operasional yang sudah berjalan baik. Ia menginstruksikan manajemen untuk terus menjaga etos kerja, menegakkan prinsip good housekeeping, serta mengendalikan kualitas teknis gas seperti kadar CO2 secara ketat demi memelihara keandalan produksi gas nasional secara aman, disiplin, dan berkelanjutan. ***

wwwwww