Penangkapan Bupati Lombok Barat, Buka Kembali Lembaran Kelam Tata Kelola Pemerintahan
![]() |
| Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (masker putih) saat tiba di Gedung Merah Putih. |
JAKARTA - Deretan kepala daerah yang tersandung masalah hukum kembali bertambah setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan. Penindakan terbaru menyasar Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, beserta belasan pihak lainnya, Senin (20/7/2026).
Langkah tegas penyidik di lapangan membuahkan hasil dengan diamankannya 19 orang. Seluruh pihak yang terjaring operasi, yang mana salah satunya adalah Lalu Ahmad Zaini, langsung berstatus terperiksa guna mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan ironi di tengah gencarnya perbaikan sistem yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, merespons rentetan kejadian ini dengan pandangan kritis terhadap efektivitas program pencegahan. Berdasarkan publikasi Antara, Selasa (21/7/2026), rentetan kasus yang terus berulang menjadi sorotan tajam kementerian terkait.
"Saya prihatin," ucap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pembinaan terhadap aparatur pemerintah daerah bukan hal yang diabaikan. Fase pencegahan bahkan sudah digulirkan sejak hari pertama seorang pejabat dilantik. Pembekalan pengetahuan serta pemahaman regulasi disalurkan melalui kegiatan retret kepala daerah.
"Karena kepala daerah kita sudah berikan retret, kemudian kasih pembekalan awal," paparnya.
Perbaikan dari sisi tata kelola anggaran turut menjadi prioritas utama. Pemerintah pusat telah merumuskan sistem keuangan yang jauh lebih transparan agar setiap aliran dana bisa dilacak dan meminimalkan celah penyelewengan. Kendati pembinaan struktural dan sistemik terus dipacu, realitas di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.
Bahkan, intervensi langsung dari pimpinan tertinggi negara dalam memberikan teguran maupun arahan di forum resmi tampaknya belum mampu memutus mata rantai rasuah di kalangan eksekutif daerah.
"Pernah dikumpulkan juga oleh Presiden di Sentul, masih terjadi juga," urainya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Voli, Beladiri, DKI Jakarta |













