Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Penangkapan Bupati Lombok Barat, Buka Kembali Lembaran Kelam Tata Kelola Pemerintahan

Penangkapan Bupati Lombok Barat, Buka Kembali Lembaran Kelam Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (masker putih) saat tiba di Gedung Merah Putih.
Selasa, 21 Juli 2026 06:52 WIB

JAKARTA - Deretan kepala daerah yang tersandung masalah hukum kembali bertambah setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan. Penindakan terbaru menyasar Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, beserta belasan pihak lainnya, Senin (20/7/2026).

Langkah tegas penyidik di lapangan membuahkan hasil dengan diamankannya 19 orang. Seluruh pihak yang terjaring operasi, yang mana salah satunya adalah Lalu Ahmad Zaini, langsung berstatus terperiksa guna mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan ironi di tengah gencarnya perbaikan sistem yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, merespons rentetan kejadian ini dengan pandangan kritis terhadap efektivitas program pencegahan. Berdasarkan publikasi Antara, Selasa (21/7/2026), rentetan kasus yang terus berulang menjadi sorotan tajam kementerian terkait.

"Saya prihatin," ucap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pembinaan terhadap aparatur pemerintah daerah bukan hal yang diabaikan. Fase pencegahan bahkan sudah digulirkan sejak hari pertama seorang pejabat dilantik. Pembekalan pengetahuan serta pemahaman regulasi disalurkan melalui kegiatan retret kepala daerah.

"Karena kepala daerah kita sudah berikan retret, kemudian kasih pembekalan awal," paparnya.

Perbaikan dari sisi tata kelola anggaran turut menjadi prioritas utama. Pemerintah pusat telah merumuskan sistem keuangan yang jauh lebih transparan agar setiap aliran dana bisa dilacak dan meminimalkan celah penyelewengan. Kendati pembinaan struktural dan sistemik terus dipacu, realitas di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.

Bahkan, intervensi langsung dari pimpinan tertinggi negara dalam memberikan teguran maupun arahan di forum resmi tampaknya belum mampu memutus mata rantai rasuah di kalangan eksekutif daerah.

"Pernah dikumpulkan juga oleh Presiden di Sentul, masih terjadi juga," urainya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Voli, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww