Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sebanyak 700 Atlet Tampil di Kejurnas Wushu Kungfu dan Alam Sutera Taolu Open 2026

Sebanyak 700 Atlet Tampil di Kejurnas Wushu Kungfu dan Alam Sutera Taolu Open 2026
Kejurnas Wushu Kungfu dan Alam Sutera Taolu Open 2026. (PB WI)
Kamis, 23 Juli 2026 19:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Kungfu dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (23/7/2026).

Kejurnas Wushu Kungfu dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional Tahun 2026 yang berlangsung hingga 26 Juli 2027 ini diikuti 700 atlet terbaik Wushu Kungfu dari 13 provinsi dan 43 klub/sasana.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional Tahun 2026, Herman Wijaya mengatakan, event ini menjadi tolok dan memberikan pengalaman bertanding bagi atlet Kungfu dan atlet Taolu usia dini.

“Kejurnas ini bisa menjadi tolak ukur dan jadi ajang pengalaman bertanding bagi atlet usia dini, sehingga termotivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi,” kata Herman Wijaya yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti kepada wartawan.

Melalui Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026, Herman Wijaya berharap semakin banyak atlet potensial yang lahir dari berbagai daerah untuk memperkuat tim nasional serta menjaga tradisi prestasi Indonesia pada berbagai ajang internasional di masa mendatang. Apalagi, Kungfu sudah resmi akan dipertandingan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dengan memperebutkan dua medali emas di nomor Wingchun.

Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino menyebut kejurnas ini digelar sebagai komitmen PB WI untuk terus menjalankan program pembinaan yang dimulai dari usia dini. Harapannya, ke depan akan lahir atlet-atlet potensial yang bisa membawa harum nama bangsa dan negara di ajang single dan multi event internasional.

"Kejuaraan seperti ini kita harapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet usia dini, dan semoga dapat terus terselenggara setiap bulan, sehingga evaluasi terhadap pembinaan dapat terus kita lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian peting dari system pembinaan prestasi atlet Kungfu dan wushu ke depan.  

“KONI Pusat memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PB WI dibawah kepemimpinan Bapak Airlangga Hartarto, yang terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kompetisi usia dini demi peningkatan program pembinaan prestasi Wushu Indonesia,” ujar Marciano Norman.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta Kejurnas agar bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, serta menjunjung tinggi sportivitas dan menaati seluruh peraturan pertandingan. Selain mengejar prestasi, para atlet diharapkan dapat mempererat persatuan dan persaudaraan di antara insan olahraga Indonesia.

“Seluruh peserta merupakan atlet masa depan Indonesia. Kalah dan menang adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah terus berlatih, meningkatkan kualitas, dan mempersiapkan diri untuk memberikan prestasi terbaik bagi bangsa dan negara,” paparnya. ***

wwwwww