Pram Ajak FORKABI Perkuat Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Jum'at, 24 Juli 2026 13:46 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya memperkuat pelestarian budaya Betawi sebagai identitas utama ibu kota di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat pelantikan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) periode 2026-2031 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Pram mengatakan, pembangunan Jakarta tidak boleh mengesampingkan akar budaya masyarakat Betawi. Menurutnya, kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan dan memajukan budaya Betawi sebagai jati diri Jakarta.
"Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi atas pelantikan FORKABI. Sebagai Gubernur Jakarta, saya memang ingin Betawi kompak, rukun, bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta membangun Jakarta. Mudah-mudahan dengan pelantikan ini FORKABI makin solid dan makin memberikan kontribusi yang nyata," kata Pram.
Pram menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pemprov DKI telah menempatkan budaya Betawi sebagai wajah utama Jakarta. Salah satu wujud komitmen tersebut ialah penggunaan pakaian adat Betawi, seperti Ujung Serong, Kebaya Encim, dan busana khas Betawi lainnya dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI.
Ia menegaskan, pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, khususnya amanat mengenai pelestarian dan pemajuan budaya Betawi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam menyongsong usia ke-500 Jakarta, Pramono menyebut Pemprov DKI akan terus memperkuat peran masyarakat Betawi, termasuk melalui program-program keagamaan.
"Dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta ke depan, ada dua yang ingin saya lakukan berkaitan dengan bagaimana kontribusi masyarakat Betawi untuk kotanya dalam bidang keagamaan, yaitu pencetakan 1.000 Alquran untuk masyarakat umum dan MTQ yang dimulai dari tingkat RT/RW," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo, menilai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) FORKABI mencerminkan kedewasaan organisasi dalam menjunjung tinggi nilai musyawarah yang menjadi karakter masyarakat Betawi.
Menurutnya, sebagai salah satu organisasi masyarakat Betawi terbesar, FORKABI diharapkan berada di garda terdepan dalam menjaga sekaligus membangun Jakarta.
"Mubes ini menggambarkan kedewasaan organisasi FORKABI dalam bermusyawarah yang merupakan ciri atau watak utama kaum Betawi. Sebagai salah satu kelompok etnis Betawi yang besar, saya berharap FORKABI dapat berada di garis depan untuk aktif membangun dan menjaga Jakarta," ujar Fauzi Bowo.
Ia juga berharap FORKABI menjadi organisasi yang terbuka serta mampu berperan sebagai motivator, dinamisator, katalisator, sekaligus perekat persatuan masyarakat Betawi dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Fauzi turut mengapresiasi komitmen Pemprov DKI yang terus memberikan ruang bagi masyarakat Betawi untuk mengembangkan adat dan budayanya.
Pada pelantikan tersebut, Marullah Matali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP). Sementara itu, H. Abdul Ghoni resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPP FORKABI periode 2026-2031 bersama 20 pengurus lainnya.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco dan Imas Mulyani, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Resman Susmantri, Koordinator Staf Ahli Gubernur Prof. Firdaus Ali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh masyarakat Betawi. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













