Gencatan Senjata Batal, AS dan Iran Kembali Saling Serang di Timur Tengah
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Ketegangan bersenjata antara Washington dan Teheran kembali mencuat seiring batalnya kesepakatan damai serta temuan baru terkait kecepatan Iran memulihkan aset militer pascaserangan udara musuh. Laporan Wall Street Journal (WSJ) Kamis (23/7/2026) membeberkan bukti citra satelit yang menunjukkan perbaikan infrastruktur secara masif oleh pemerintah Iran.
Celah Serangan dan Cadangan Logistik
Upaya rekonstruksi pertahanan Iran mencakup pembersihan akses masuk terowongan rudal di wilayah Kangavar dan Dezful, hingga pembangunan ulang kawasan operasional pelabuhan di Bandar Anzali, Laut Kaspia. Mantan Komandan IDF Brigadir Jenderal Ran Kochav menyebut Iran saat ini tengah mengisi ulang pasokan persenjataan mereka. 'Mereka memiliki kemampuan rekonstruksi dan industrialisasi yang sangat impresif,' paparnya.
Pakar keamanan internasional Jim Lamson turut menyoroti kawasan industri Raja Simi dekat Teheran yang terdeteksi sedang dibangun ulang. Tempat ini diduga menjadi pusat produksi komponen persenjataan Iran. Ia meyakini Teheran telah menyiapkan cadangan pasokan logistik di fasilitas bawah tanah, jelasnya, sehingga proses pemulihan infrastruktur memakan waktu jauh lebih singkat dari teori peperangan konvensional.
Sikap Washington Terkait Konflik Terbuka
Konflik bersenjata ini kembali pecah pascakandasnya memorandum penghentian ketegangan yang sebelumnya disepakati 18 Juni untuk mengakhiri konflik bulan Februari. Sebagai tindak lanjut dari laporan gangguan jalur komersial di Selat Hormuz, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangkaian serangan ke aset Iran sejak 8 Juli. Pasukan Iran kemudian membalasnya dengan menyasar pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Menyikapi eskalasi yang meningkat, Presiden AS Donald Trump membenarkan bahwa status gencatan senjata telah berakhir. Terkait progres perbaikan fasilitas militer Teheran, Trump menyampaikannya di hadapan Badan Perlindungan Lingkungan AS Kamis (23/7/2026). 'Mereka (Iran) tangguh, dan mereka cerdas, serta mereka masih memiliki sebagian kemampuan,' sebutnya. Walau demikian, Trump menepis anggapan bahwa Iran berada di posisi yang menguntungkan dan mengklaim situasi AS terkendali dengan baik.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Basket |













