Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Basket

Gencatan Senjata Batal, AS dan Iran Kembali Saling Serang di Timur Tengah

Gencatan Senjata Batal, AS dan Iran Kembali Saling Serang di Timur Tengah
Ilustrasi (net)
Sabtu, 25 Juli 2026 15:03 WIB

JAKARTA - Ketegangan bersenjata antara Washington dan Teheran kembali mencuat seiring batalnya kesepakatan damai serta temuan baru terkait kecepatan Iran memulihkan aset militer pascaserangan udara musuh. Laporan Wall Street Journal (WSJ) Kamis (23/7/2026) membeberkan bukti citra satelit yang menunjukkan perbaikan infrastruktur secara masif oleh pemerintah Iran.

Celah Serangan dan Cadangan Logistik

Upaya rekonstruksi pertahanan Iran mencakup pembersihan akses masuk terowongan rudal di wilayah Kangavar dan Dezful, hingga pembangunan ulang kawasan operasional pelabuhan di Bandar Anzali, Laut Kaspia. Mantan Komandan IDF Brigadir Jenderal Ran Kochav menyebut Iran saat ini tengah mengisi ulang pasokan persenjataan mereka. 'Mereka memiliki kemampuan rekonstruksi dan industrialisasi yang sangat impresif,' paparnya.

Pakar keamanan internasional Jim Lamson turut menyoroti kawasan industri Raja Simi dekat Teheran yang terdeteksi sedang dibangun ulang. Tempat ini diduga menjadi pusat produksi komponen persenjataan Iran. Ia meyakini Teheran telah menyiapkan cadangan pasokan logistik di fasilitas bawah tanah, jelasnya, sehingga proses pemulihan infrastruktur memakan waktu jauh lebih singkat dari teori peperangan konvensional.

Sikap Washington Terkait Konflik Terbuka

Konflik bersenjata ini kembali pecah pascakandasnya memorandum penghentian ketegangan yang sebelumnya disepakati 18 Juni untuk mengakhiri konflik bulan Februari. Sebagai tindak lanjut dari laporan gangguan jalur komersial di Selat Hormuz, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangkaian serangan ke aset Iran sejak 8 Juli. Pasukan Iran kemudian membalasnya dengan menyasar pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Menyikapi eskalasi yang meningkat, Presiden AS Donald Trump membenarkan bahwa status gencatan senjata telah berakhir. Terkait progres perbaikan fasilitas militer Teheran, Trump menyampaikannya di hadapan Badan Perlindungan Lingkungan AS Kamis (23/7/2026). 'Mereka (Iran) tangguh, dan mereka cerdas, serta mereka masih memiliki sebagian kemampuan,' sebutnya. Walau demikian, Trump menepis anggapan bahwa Iran berada di posisi yang menguntungkan dan mengklaim situasi AS terkendali dengan baik.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Basket
wwwwww