Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

'Bagian Demokrasi Sehat', Wapres Gibran Sambut Positif Pembentukan Kabinet Bayangan

Bagian Demokrasi Sehat, Wapres Gibran Sambut Positif Pembentukan Kabinet Bayangan
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka.
Rabu, 29 Juli 2026 15:43 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan tanggapan terkait inisiatif masyarakat sipil yang membentuk Kabinet Bayangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah menghormati partisipasi publik dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap roda pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikannya menyusul langkah sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat yang berupaya memperkuat transparansi kebijakan. Pemerintah dipastikannya juga menghormati setiap hasil kajian, survei, maupun analisis dari lembaga yang kredibel.

"Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Mantan wali kota Solo ini menjelaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat, memberikan kritik, serta ikut mengawal pemerintahan adalah hak konstitusional setiap warga negara di iklim yang bebas.

"Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat," tuturnya.

Kehadiran kabinet alternatif ini sendiri bermula dari penilaian tokoh masyarakat sipil bahwa fungsi oposisi dan pengawasan oleh parlemen belum berjalan secara optimal. Para pihak yang ditunjuk sebagai menteri bayangan ini nantinya akan menyusun kajian nonpartisan serta siap mendebat kebijakan kabinet pemerintahan secara terbuka.

Menyikapi hal itu, Gibran memandang pengawasan publik yang disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi merupakan bahan evaluasi yang baik bagi pemerintah.

"Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tandasnya.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inews.id
Kategori:Voli
wwwwww