Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
2
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
3
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
8 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
7 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
7 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
7 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Home  /  Berita  /  Voli

'Bagian Demokrasi Sehat', Wapres Gibran Sambut Positif Pembentukan Kabinet Bayangan

Bagian Demokrasi Sehat, Wapres Gibran Sambut Positif Pembentukan Kabinet Bayangan
Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka.
Rabu, 29 Juli 2026 15:43 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan tanggapan terkait inisiatif masyarakat sipil yang membentuk Kabinet Bayangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah menghormati partisipasi publik dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap roda pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikannya menyusul langkah sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat yang berupaya memperkuat transparansi kebijakan. Pemerintah dipastikannya juga menghormati setiap hasil kajian, survei, maupun analisis dari lembaga yang kredibel.

"Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Mantan wali kota Solo ini menjelaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat, memberikan kritik, serta ikut mengawal pemerintahan adalah hak konstitusional setiap warga negara di iklim yang bebas.

"Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat," tuturnya.

Kehadiran kabinet alternatif ini sendiri bermula dari penilaian tokoh masyarakat sipil bahwa fungsi oposisi dan pengawasan oleh parlemen belum berjalan secara optimal. Para pihak yang ditunjuk sebagai menteri bayangan ini nantinya akan menyusun kajian nonpartisan serta siap mendebat kebijakan kabinet pemerintahan secara terbuka.

Menyikapi hal itu, Gibran memandang pengawasan publik yang disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi merupakan bahan evaluasi yang baik bagi pemerintah.

"Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," tandasnya.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inews.id
Kategori:Voli
wwwwww