Tinjau Reservoir, Komisi B DPRD DKI Optimistis PAM JAYA Mampu Tekan NRW
![]() |
| Komisi B DPRD DKI melakukan peninjauan ke reservoir PAM JAYA di Pondok Kopi, Jakarta Timur, dan Cilincing, Jakarta Utara. (Ist). |
Rabu, 29 Juli 2026 08:46 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Komisi B DPRD DKI Jakarta mengapresiasi langkah PAM JAYA dalam menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air melalui sejumlah strategi, termasuk rencana market sounding untuk proyek peremajaan jaringan pipa dengan nilai investasi sekitar Rp22,8 triliun.
Dukungan tersebut disampaikan usai Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke reservoir PAM JAYA di Pondok Kopi, Jakarta Timur, dan Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tindak lanjut rapat kerja yang sebelumnya membahas upaya penurunan NRW.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh bersama anggota Komisi B, yakni M Taufik Zoelkifli, Ade Suherman, Wa Ode Herlina, Pandapotan Sinaga, Jupiter, Wita Susilowati, dan Francine Eustacia.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung reservoir berkapasitas sekitar 5 juta liter di Pondok Kopi dan 20 juta liter di Cilincing yang berfungsi memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Nova mengatakan, kunjungan itu sekaligus memberikan pemahaman bahwa NRW tidak hanya disebabkan oleh kebocoran pipa sebagaimana yang selama ini dipahami masyarakat.
"Peninjauan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari rapat kerja kami bersama PAM JAYA yang membahas persoalan Non-Revenue Water (NRW). Tadi Pak Direktur Utama menjelaskan bahwa ternyata NRW tidak hanya soal kebocoran pipa seperti yang selama ini dipahami masyarakat," kata Nova dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan PAM JAYA, NRW terdiri atas tiga komponen utama, yakni konsumsi resmi tak berrekening (unbilled authorized consumption), kehilangan komersial (commercial loss), dan kehilangan fisik (physical loss). Ketiga kategori tersebut menjadi dasar dalam perhitungan tingkat kehilangan air.
Selain itu, Nova menilai perluasan sambungan rumah menjadi langkah penting agar air bersih yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
"Jangan sampai air hanya mengalir atau tersimpan di jaringan pipa tanpa tersambung ke rumah-rumah warga. Dengan bertambahnya sambungan rumah, diharapkan angka NRW bisa turun dari tiga kategori yang tadi dijelaskan," ujarnya.
Nova mengungkapkan, PAM JAYA memaparkan kebutuhan investasi yang besar untuk mengganti seluruh jaringan pipa sepanjang sekitar 13.000 kilometer di Jakarta. Oleh sebab itu, perusahaan akan melakukan market sounding guna menjaring skema pendanaan yang tepat.
"Saya melihat langkah yang disiapkan PAM JAYA cukup komprehensif dalam menyelesaikan persoalan kebocoran air. Kami dari Komisi B tentu mengapresiasi upaya PAM JAYA yang terus bekerja keras untuk menurunkan angka NRW," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menegaskan, penurunan NRW menjadi salah satu program prioritas perusahaan. Menurutnya, definisi NRW mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2007 yang mengelompokkan kehilangan air ke dalam tiga kategori, yakni konsumsi resmi tak berrekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik.
Arief mengatakan, PAM JAYA menargetkan pelaksanaan market sounding pada Desember 2026 sebagai langkah awal menjajaki investasi penggantian jaringan pipa.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan market sounding. Target waktunya sekitar bulan Desember. Namun kami harus berhati-hati karena kebutuhan investasinya cukup besar. Kami harus menghitung secara cermat apakah investasi sebesar itu nantinya dapat memberikan pengembalian yang memadai melalui skema business to business (B2B)," ungkapnya.
Ia memastikan kondisi keuangan PAM JAYA saat ini tetap sehat sehingga setiap keputusan investasi harus dilakukan secara matang dan terukur.
"Karena itu seluruh perhitungan harus dilakukan secara sangat hati-hati agar program ini berjalan dengan baik, sesuai arahan Ketua Komisi B dan masukan dari seluruh anggota Komisi B yang hari ini melakukan kunjungan," pungkas Arief. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | SEA Games, Korporasi, DKI Jakarta |













