Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PSSI Tegaskan Kembali Komitmen Transformasi Sepakbola Nasional Menuju Pentas Dunia 2030

PSSI Tegaskan Kembali Komitmen Transformasi Sepakbola Nasional Menuju Pentas Dunia 2030
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat berbicara di Kongres Biasa PSSI. (PSSI)
Senin, 03 Agustus 2026 20:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan kembali komitmennya dalam mentransformasi sepakbola nasional. Dalam pandangannya, sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kehormatan, karakter, dan persatuan bangsa Indonesia.

"Sepakbola tidak hanya sebuah olahraga saja, tapi menjadi tentu kehormatan kita sebagai bangsa, karakter bangsa, kesatuan kita. Negara-negara lain sangat positif dengan transformasi yang terjadi di Indonesia. Saya yakin AFF, AFC, dan FIFA mengapresiasi kerja keras kita semua," ujar Erick Thohir saat membaca sambutan di Kongres Biasa 2026, Senin (3/8/2026).

Erick menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus PSSI Provinsi, liga, klub, hingga Pemerintah Pusat yang telah mendukung transformasi sepak bola Indonesia. Ia menyoroti bergulirnya berbagai kompetisi, mulai dari kelompok umur hingga Liga 3 dan Liga 4, serta penerapan VAR di Liga 1 dan Liga 2 sebagai langkah maju yang nyata.

Erick Thohir menekankan bahwa keberlanjutan prestasi tidak mungkin dicapai tanpa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kontinu. Di bawah kepemimpinannya, PSSI mencatat peningkatan signifikan jumlah wasit dari 7.000 menjadi 23.000, serta pelatih dari 12.814 menjadi 18.275 orang.

"Angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan negara seperti Jepang. Karena itu, saya mendorong sertifikasi kepelatihan dan perwasitan masuk ke sekolah-sekolah, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah," jelasnya.

Selain itu, PSSI terus mematangkan program pembinaan usia dini melalui Garuda Academy yang telah memasuki tahun kedua, serta memberikan beasiswa bagi talenta muda berbakat. Erick mencatat saat ini Indonesia memiliki sekitar 203.000 talenta pemain dan 1.450 Sekolah Sepak Bola (SSB), angka yang akan terus didorong peningkatannya.

Transformasi juga menyentuh sepakbola putri dan futsal. Timnas Putri Indonesia berhasil mencetak prestasi back-to-back juara di level AFF dan menempati peringkat 21 dunia. "Ini adalah hal yang nyata. Oktober nanti akan ada liga wanita yang diikuti enam klub, sebagai fondasi ekosistem sepakbola wanita," tambah Erick.

Di sektor futsal, Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai AFF 2024, SEA Games 2025, dan kini menempati peringkat 14 dunia.

Terkait infrastruktur, Erick Thohir terus mendorong realisasi fasilitas pendukung bagi klub-klub sepak bola melalui sistem Kerja Sama Operasi (KSO). Ia juga mengapresiasi komitmen liga dan klub dalam menerapkan club licensing serta pembentukan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk melindungi hak-hak pemain.

Erick juga menantang klub-klub Indonesia untuk berani menggelar pertandingan melawan klub-klub internasional, bukan sekadar menjadi pasar bagi klub asing.

"Kalau Australia bisa mengundang Chelsea bertanding melawan klub lokal, kenapa klub-klub Indonesia tidak bisa? Kita harus berani melawan takdir," tegasnya.

Menuju Pentas Dunia 2030

Menutup pernyataannya, Erick Thohir mengingatkan kembali target besar sepakbola Indonesia untuk tampil di pentas dunia pada tahun 2030, sebagaimana yang diamanatkan oleh Presiden. Peningkatan peringkat FIFA dari 151 ke 118 menjadi bukti nyata dari perbaikan yang sedang berjalan.

"Takdir kita di sini adalah takdir yang harus kita dorong bersama agar sepak bola Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara maupun Asia. Semua program kita kini memiliki tolak ukur (KPI) dan target yang jelas. Ini adalah kerja nyata," pungkasnya. ***

wwwwww