JPS: PAM Jaya Terus Berbenah Dibarengi Kinerja Nyata Pucuk Pimpinan
![]() |
| Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin meninjau langsung kebocoran pipa transmisi di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. (Ist). |
Kamis, 06 Agustus 2026 20:28 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- PT PAM Jaya (Perseroda) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi layanan air minum di Jakarta. Selain menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029, perusahaan juga mempersiapkan langkah strategis menuju Initial Public Offering (IPO) pada 2027 guna memperkuat pendanaan dan mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.
Salah satu fokus utama yang terus digenjot adalah penurunan tingkat Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air melalui percepatan penanganan kebocoran pipa, rehabilitasi jaringan distribusi, pembentukan District Metered Area (DMA), penggantian meter pelanggan, hingga digitalisasi sistem pemantauan jaringan.
Berdasarkan data Jakarta Investment Centre, tingkat NRW PAM Jaya pada 2024 masih berada di angka 46,2 persen dengan cakupan layanan air perpipaan mencapai 69,53 persen.
Melalui berbagai program revitalisasi jaringan, PAM Jaya menargetkan NRW turun menjadi 9 persen pada 2029, seiring peningkatan layanan air perpipaan secara menyeluruh di Jakarta.
Program tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan volume air terjual, memperluas sambungan pelanggan baru, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mengurangi kehilangan air akibat kebocoran maupun penggunaan ilegal. Hingga Juni 2025, PAM Jaya telah melayani 1.184.086 pelanggan standar, 11.927 pelanggan korporasi, dan 401.820 pelanggan kategori zero and low customer.
Peneliti Jakarta Public Service (JPS), Rahmat Hidayat mengatakan, transformasi yang dilakukan PAM Jaya saat ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun layanan air minum yang modern, profesional, dan berorientasi kepada masyarakat.
"Upaya yang dilakukan PAM Jaya patut diapresiasi. Kita melihat bagaimana perusahaan ini tidak hanya fokus memperluas jaringan perpipaan, tetapi juga serius membenahi persoalan mendasar seperti kebocoran jaringan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar. Penanganan kebocoran dilakukan dengan cepat sebagai bagian dari strategi menekan NRW sehingga air yang diproduksi benar-benar sampai kepada masyarakat," kata Rahmat, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan menekan NRW akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan sekaligus mempercepat perluasan layanan tanpa harus selalu menambah kapasitas produksi air.
Rahmat juga memberikan apresiasi khusus kepada Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin yang dinilainya menunjukkan kepemimpinan langsung di lapangan.
"Gaya kepemimpinan Direktur Utama PAM Jaya yang tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau kerap turun langsung meninjau titik-titik kebocoran, baik siang maupun malam, bahkan pada hari libur. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, dan memastikan setiap gangguan layanan segera ditangani," terangnya.
Ia menyebut, budaya kerja seperti itu menjadi contoh positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Ketika pimpinan memberikan teladan dengan turun langsung ke lapangan, semangat kerja pegawai ikut meningkat. Masyarakat pun dapat melihat bahwa perusahaan benar-benar hadir menyelesaikan persoalan, bukan sekadar menerima laporan," ungkapnya.
Rahmat optimistis transformasi yang dilakukan PAM Jaya, mulai dari percepatan penanganan kebocoran, digitalisasi layanan, pembangunan infrastruktur baru, hingga penguatan tata kelola perusahaan, akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan akses air minum perpipaan yang merata bagi seluruh warga Jakarta.
"Pemenuhan layanan air bersih adalah salah satu pemenuhan kebutuhan dasar, tentu ini harus didukung bersama," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Korporasi, DKI Jakarta |













