Stok Air Bersih Gunungkidul Menipis, Status Siaga Darurat Berlaku
![]() |
| Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. |
JAKARTA - Puncak musim kemarau mengakibatkan menipisnya cadangan air bersih di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ini, hanya tersisa dua dari total 18 kapanewon yang masih terbebas dari ancaman kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono menyampaikan bahwa situasi stok air bersih terus mengalami penurunan akibat perluasan area terdampak. Menghadapi kondisi alam yang diperkirakan berlangsung hingga November ini, BPBD setempat harus mendistribusikan air setiap harinya.
"Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci," imbaunya.
Purwono menjelaskan bahwa Kabupaten Gunungkidul tengah berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan. Status ini dijadwalkan berakhir pada pengujung Agustus, namun sangat terbuka peluang untuk diperpanjang.
"Status berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," tambahnya.
Terkait sebaran wilayah terdampak, Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Arief Prasetyo memaparkan bahwa krisis air telah menjangkau 58 kelurahan di 16 kecamatan. Dua kapanewon yang hingga kini dinilai masih aman adalah Karangmojo dan Playen.
"Untuk 16 kapanewon lain di Gunungkidul sudah terdampak karena telah mendapatkan bantuan air bersih," urainya, Sabtu (8/8/2026).
Total warga yang kesulitan mendapatkan air mencapai 75.486 jiwa atau setara dengan 24.062 Kepala Keluarga (KK). Warga terdampak tersebut mendiami 311 padukuhan yang kini sangat bergantung pada pasokan eksternal.
"Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat," tutup Arief. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Olympic, DI Yogyakarta |













