Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Stok Air Bersih Gunungkidul Menipis, Status Siaga Darurat Berlaku

Stok Air Bersih Gunungkidul Menipis, Status Siaga Darurat Berlaku
Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.
Sabtu, 08 Agustus 2026 14:50 WIB

JAKARTA - Puncak musim kemarau mengakibatkan menipisnya cadangan air bersih di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ini, hanya tersisa dua dari total 18 kapanewon yang masih terbebas dari ancaman kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono menyampaikan bahwa situasi stok air bersih terus mengalami penurunan akibat perluasan area terdampak. Menghadapi kondisi alam yang diperkirakan berlangsung hingga November ini, BPBD setempat harus mendistribusikan air setiap harinya.

"Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci," imbaunya.

Purwono menjelaskan bahwa Kabupaten Gunungkidul tengah berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan. Status ini dijadwalkan berakhir pada pengujung Agustus, namun sangat terbuka peluang untuk diperpanjang.

"Status berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," tambahnya.

Terkait sebaran wilayah terdampak, Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Arief Prasetyo memaparkan bahwa krisis air telah menjangkau 58 kelurahan di 16 kecamatan. Dua kapanewon yang hingga kini dinilai masih aman adalah Karangmojo dan Playen.

"Untuk 16 kapanewon lain di Gunungkidul sudah terdampak karena telah mendapatkan bantuan air bersih," urainya, Sabtu (8/8/2026).

Total warga yang kesulitan mendapatkan air mencapai 75.486 jiwa atau setara dengan 24.062 Kepala Keluarga (KK). Warga terdampak tersebut mendiami 311 padukuhan yang kini sangat bergantung pada pasokan eksternal.

"Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat," tutup Arief. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Olympic, DI Yogyakarta
wwwwww