Filosofi Pelatih Persija STY Sejalan Transformasi Bank Jakarta
![]() |
| Pelatih Persija STY bersama Dirut Bank Jakarta, Agus H Widodo. (Ist) |
Minggu, 09 Agustus 2026 21:16 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Permainan cepat, agresif, berani mengambil peluang, serta mengutamakan kekompakan tim yang menjadi filosofi pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), ternyata memiliki irisan kuat dengan transformasi yang tengah dijalankan Bank Jakarta.
Kesamaan semangat tersebut mengemuka dalam Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Presiden Persija Jakarta, Mohammad Prapanca; jajaran Pemprov DKI Jakarta, manajemen Bank Jakarta, pelatih dan pemain Persija, serta perwakilan The Jakmania.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo mengatakan, kolaborasi dengan Persija tidak dirancang sebatas kerja sama sponsorship. Lebih dari itu, kemitraan tersebut menjadi upaya mempertemukan ekosistem perbankan, sepak bola, komunitas, dan masyarakat Jakarta.
Agus menjelaskan, Persija dan Bank Jakarta memiliki kesamaan identitas karena sama-sama membawa nama Jakarta. Persija merepresentasikan Jakarta di lapangan hijau, sedangkan Bank Jakarta hadir melalui layanan perbankan yang digunakan masyarakat Ibu Kota.
"Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta," kata Agus, dikutip dari keterangan tertulis.
Ia menegaskan, kemitraan tersebut tidak akan berhenti pada pemasangan logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kolaborasi akan dikembangkan menjadi berbagai program dan pengalaman yang dapat dirasakan secara langsung oleh keluarga besar Persija maupun The Jakmania.
"Kerja sama ini bukan sekadar sponsorship dan bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani," terangnya.
Agus menyebut, pendekatan tersebut sebagai perubahan dari sponsorship menuju partnership. Bank Jakarta ingin kehadiran merek tidak sekadar terlihat, tetapi menghasilkan pengalaman dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"From sponsorship to partnership, from visibility to experience," ungkapnya.
Filosofi STY Jadi Inspirasi
Kolaborasi ini semakin menarik karena Persija memasuki musim baru dengan wajah baru. Selain diperkuat sejumlah pemain anyar, Macan Kemayoran kini ditangani Shin Tae-yong yang diharapkan mampu menghadirkan karakter permainan yang lebih agresif dan kompetitif.
Bagi Agus, filosofi permainan STY justru memiliki kesamaan dengan nilai yang sedang dibangun dalam transformasi Bank Jakarta.
Kecepatan dalam mengambil keputusan, mobilitas tinggi, keberanian menangkap peluang, serta kemampuan seluruh elemen organisasi bergerak sebagai satu kesatuan menjadi nilai yang ingin diterapkan Bank Jakarta.
"Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim," paparnya.
Ia berharap, perubahan yang sedang dilakukan Persija dan transformasi Bank Jakarta dapat berjalan beriringan. Keduanya diharapkan tidak sekadar melakukan perubahan pada permukaan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Jakarta.
"Mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas, Bank Jakarta juga," imbuhnya.
Bank Jakarta Hadir dengan Wajah Digital Baru
Sejalan dengan transformasi tersebut, Bank Jakarta juga memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih modern, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah di tengah perkembangan teknologi.
Agus menegaskan, perubahan tersebut bukan sekadar mengganti alamat laman. Bank Jakarta ingin membangun pengalaman digital yang mencerminkan perubahan perusahaan secara keseluruhan.
"Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric," jelasnya.
Agus menuturkan, transformasi Bank Jakarta tidak berhenti pada perubahan nama maupun tampilan digital. Hal yang lebih penting adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
"Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik," ucapnya.
Ia menilai, perubahan Jakarta menuju kota global harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan perbankan. Bank Jakarta dituntut menjadi semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif, tetapi tetap memiliki kedekatan dengan masyarakat.
"Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun," bebernya.
Persija dan Bank Jakarta Sama-Sama Bawa Energi Baru
Bagi Bank Jakarta, kolaborasi dengan Persija juga menjadi bagian dari strategi memperluas ekosistem sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Basis pendukung Persija yang besar, terutama The Jakmania, dinilai menjadi kekuatan untuk membangun berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman dan manfaat bagi masyarakat Jakarta.
Di sisi lain, Persija memasuki musim baru dengan target tinggi. Kehadiran pelatih, pemain, dan energi baru diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran kembali bersaing di papan atas dan meraih prestasi tertinggi.
Agus melihat adanya kesamaan momentum antara pembaruan di tubuh Persija dan transformasi Bank Jakarta.
"New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta," tegasnya.
Agus menyampaikan satu target yang diyakini menjadi harapan bersama para pendukung Persija, yakni mengakhiri musim dengan gelar juara.
"Ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija, tetapi saya yakin seluruh Jakmania punya target yang sama. Persija mesti juara," tuturnya.
Target tersebut memiliki arti lebih besar karena Jakarta tengah menuju momentum bersejarah, yakni peringatan 500 tahun.
Jika Persija mampu mengangkat trofi pada momentum tersebut, prestasi itu dinilai dapat menjadi hadiah istimewa bagi warga Jakarta sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap klub yang telah menjadi bagian dari identitas Ibu Kota.
Kolaborasi Bank Jakarta dan Persija akhirnya bukan sekadar pertemuan antara perusahaan dan klub sepak bola. Di balik kemitraan tersebut terdapat semangat yang sama, yakni bergerak lebih cepat, berani menghadapi persaingan, membangun kekompakan, dan terus naik kelas.
"Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, itu akan menjadi hadiah yang sempurna untuk Jakarta," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Non Olympic, Korporasi, DKI Jakarta |













