Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Tindak Puluhan Akun Hoaks di Jakarta, Polisi Soroti Peran Algoritma Media Sosial

Tindak Puluhan Akun Hoaks di Jakarta, Polisi Soroti Peran Algoritma Media Sosial
Fenomena media sosial. (ilustrasi: hermanto ansam/gonews.co/gemini ai)
Senin, 10 Agustus 2026 11:28 WIB
JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengambil langkah hukum dengan menetapkan 10 orang sebagai tersangka penyebar unggahan provokatif sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Penindakan ini mengungkap fakta bahwa penyebaran narasi menyesatkan turut dipercepat oleh sistem algoritma platform daring.

Dalam proses penyelidikan, petugas mendeteksi 37 akun media sosial yang secara aktif mendistribusikan kabar bohong. Total 28 orang telah menjalani pemeriksaan intensif, di mana 18 warga mendapatkan pembinaan khusus dan sisanya dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Hasil penelusuran membongkar beragam taktik operasional pelaku. Modus kejahatan mencakup rekayasa dokumen digital hingga pengerahan agen berbayar untuk memproduksi materi negatif. Walaupun penyebaran cukup masif, aparat memastikan rutinitas warga di ibu kota tetap berjalan aman dan terkendali.

Campur Tangan Mesin Digital

Maraknya kasus ini ternyata berkaitan erat dengan cara kerja sistem media sosial. Firman Kurniawan, seorang ahli komunikasi digital, mengidentifikasi bahwa algoritma cenderung mengangkat unggahan yang memancing atensi publik tanpa memedulikan akurasi datanya.

"Algoritma membaca ketertarikan dari durasi orang melihat konten, komentar, hingga seberapa sering dibagikan ulang," urai Firman, Senin (10/8/2026).

Materi yang memuat konflik, gosip, maupun teori konspirasi diklaim paling cepat viral. Sistem sengaja memprioritaskan isu-isu tersebut demi meraup keuntungan dari tingginya interaksi pengguna.

Perhatian Jadi Komoditas

Konsep ekonomi perhatian membuat fokus masyarakat menjadi barang langka yang terus diperebutkan oleh pembuat konten. Rumus utama untuk memenangkan persaingan ini adalah menyajikan isu yang tidak biasa.

"Algoritma memperkuat tampilan konten yang digemari khalayak. Dalam konsep economy of attention, perhatian itu langka dan diperebutkan," terangnya.

Akibat pola tersebut, laju distribusi berita bohong jauh meninggalkan sebaran berita klarifikasi. Menghadapi tantangan ini, pihak berwajib berkomitmen memperkuat tindakan pencegahan di ruang siber. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww