Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Wakil CdM Harry Warganegara Optimistis Teqball Sumbang Medali, Gabriel Kota: Saingan Terberat Thailand

Wakil CdM Harry Warganegara Optimistis Teqball Sumbang Medali, Gabriel Kota: Saingan Terberat Thailand
Wakil CdM Harry Warganegara saat visitasi ke pelatnas Teqball di UNESA Surabaya, Jawa Timur. (PP POTSI)
Senin, 10 Agustus 2026 11:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA – Cabang olahraga teqball akan mencatatkan sejarah dengan menjalani debut di Asian Games yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. Meski baru berkembang di Indonesia, teqball dinilai memiliki potensi memberikan kejutan dan menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Optimisme itu disampaikan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sekaligus Wakil Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Harry Warganegara, saat melakukan visitasi ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Teqball di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).

Menurut Harry, sejumlah prestasi internasional yang telah ditorehkan para atlet menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026. “Melihat rekam jejak prestasinya, teqball punya peluang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 nanti,” ujar Harry.

Pada penampilan perdana di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, kata Harry, Indonesia sebenarnya berpeluang mengikuti lima nomor yang dipertandingkan. Namun, hal itu tidak bisa terwujud karena regulasi yang menetapkan hanya dapat mendaftarkan tiga nomor saja.

Keputusan PP POTSI menetapkan nomor yang diikuti berdasarkan pertimbangan peluang atlet Indonesia bersaing dengan negara lain cukup tepat. Bahkan, dia menyebut tiga nomor tersebut mampu membawa wakil Indonesia melangkah jauh.

“Minimal dari tiga nomor yang kita ikuti, insyaallah kita bisa masuk final. Itu harapan dari kita,” ujar Harry yang meluangkan waktunya menyaksikan pertandingan Kejurnas Teqball 2026.

“Tentu targetnya adalah medali, syukur-syukur bisa mendapatkan medali emas. Kalau bercita-cita harus tinggi, tetapi kita juga harus realistis,” tambahnya.

GoNews.co Pertandingan Kejurnas Teqball
Pertandingan Kejurnas Teqball 2026.

Di luar persiapan teknis, Harry memastikan tim CdM meenuhi kebutuhan nonteknis kontingen Indonesia yang berkekuatan 432 atlet dan 148 ofisial. Kenyamanan atlet selama perjalanan, latihan, hingga pertandingan menjadi perhatian agar mereka dapat tampil maksimal.

“Kita akan memastikan kenyamanan atlet selama perjalanan. Jangan terlalu banyak transit. Kemudian untuk penjemputan, walaupun sudah disiapkan panitia, jangan sampai panitia terlambat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP POTSI, Jovinus Carolus Legawa, mengatakan persiapan Timnas Teqball Indonesia telah dilakukan sejak dua tahun lalu dilakukan setelah melihat peluang Teqball berkembang sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam multi-event.

“Kita sebenarnya sudah mempersiapkan atlet-atlet Tekbol ini sejak dua tahun lalu karena kita melihat ada peluang Tekbol masuk dalam multi-event games,” ujar Jovinus.

Timnas Teqball Indonesia yang ditangani pelatih asal Hungaria, Gabriel Kota diperkuat empat atlet. Mereka merupakan peraih medali perak pada SEA Games Thailand 2025. Yakni, Yoga Arbika Putra yang akan tampil di nomor tunggal putra, Zikhra Dwi Putri di tunggal putri, sedangkan Laode dan Husni Ubah turun pada nomor ganda putra.

Jovinus berharap pengalaman tersebut menjadi modal untuk meningkatkan prestasi di Asian Games. "Kita berharap dan mohon doanya agar kita bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jepang nanti,” tuturnya.

GoNews.co

Thailand Saingan Terberat

Pelatih Teqball Indonesia asal Hungaria, Gabriela Kota, mengatakan persaingan di Asian Games akan lebih berat dibandingkan SEA Games. Meski demikian, Indonesia memiliki modal karena diperkuat atlet-atlet yang sebelumnya berhasil menyumbangkan medali di SEA Games 2025.

“Tahun lalu kita melakukan persiapan yang panjang dan baik untuk SEA Games. Atlet-atlet tersebut berhasil dan kita mendapatkan lima medali di SEA Games,” ujar Gabriela.

Menurutnya, skuad yang dipersiapkan untuk Asian Games memiliki pengalaman bertanding di level regional. Kondisi tersebut menjadi modal penting, meski persaingan di tingkat Asia dipastikan lebih ketat.

"Untuk kali ini, di Asian Games, akan jauh lebih sulit mendapatkan medali. Tetapi kita memiliki atlet yang sama, yang juga mendapatkan medali di SEA Games,” katanya.

Gabriela menilai Thailand menjadi pesaing terberat Indonesia di Asian Games. Negara tersebut dinilai memiliki level permainan yang berbeda karena sudah mengembangkan Teqball selama sekitar delapan tahun.

“Menurut saya, negara yang paling kuat adalah Thailand. Saya pikir Thailand adalah satu-satunya negara yang saat ini berada di level yang berbeda," tegasnya. ***

wwwwww