Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Presiden Prabowo Buktikan Komitmen, Anggaran Pelatnas Asian Games 2026 Meningkat Jadi Rp222 Miliar

Presiden Prabowo Buktikan Komitmen, Anggaran Pelatnas Asian Games 2026 Meningkat Jadi Rp222 Miliar
CdM Todotua Pasaribu saat mengunjungi pelatnas Timnas Balap Sepeda Indonesia. (NOC Indonesia)
Rabu, 12 Agustus 2026 19:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Kabar baik bagi dunia olahraga Indonesia. Presiden Prabowo Subianto buktikan komitmen membangun prestasi olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Komitmen itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir yang menyebut dengan adanya dukungan anggaran berkelanjutan untuk persiapan sejumlah ajang olahraga internasional.

Menpora Erick mengatakan, persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan perencanaan tahunan. Bahkan, menurutnya, persiapan menuju Olimpiade 2032 seharusnya sudah dimulai sejak saat ini.

“Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan,” kata Menpora Erick di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menpora Erick menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang telah memberikan dukungan terhadap arahan Kepala Negara terkait kesinambungan anggaran pelatnas. Menurut Menpora Erick, dukungan tersebut menjadi langkah positif bagi pembinaan atlet Indonesia.

“Tahun ini kita sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028. Ini hal positif bagi kita. Anggaran SEA Games juga sudah ada untuk pelatnas dan tahun depan angkanya jauh lebih besar,” ujar Menpora Erick.

Untuk persiapan Asian Games 2026, Menpora Erick menyebut anggaran pelatnas mengalami peningkatan. Dari anggaran awal sebesar Rp 81 miliar, pemerintah melakukan penyisiran anggaran hingga menjadi Rp 127 miliar. Kemudian mendapatkan tambahan Rp 95 miliar. Dengan tambahan itu, anggaran pelatnas Asian Games 2026 mengalami peningkatan, awalnya Rp 127 miliar kini menjadi Rp 222 miliar.

Anggaran Rp 222 miliar itu, ditegaskan kembali oleh Menpora Erick hanya untuk keperluan pelatnas, belum termasuk Rp 61 miliar yang disiapkan untuk kebutuhan pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games 2026.

Menpora Erick mengatakan, pihaknya membedakan anggaran pelatnas dan pengiriman kontingen, meskipun keduanya itu nanti akan menjadi satu kesatuan dalam pembiayaan Asian Games tahun ini.

Lebih lanjut, Menpora Erick bilang, tambahan anggaran ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap pihaknya, serta para atlet dan cabang olahraga. Oleh karenanya, Menpora Erick meminta seluruh pihak menjaga penggunaan anggaran secara transparan dan bertanggung jawab.

“Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu,” jelas Menpora Erick.

“Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama,” tegasnya.

Disamping itu, Menpora Erick meminta para atlet dan cabor untuk bekerja maksimal untuk mengejar mengejar target prestasi. Sejumlah cabang olahraga seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing diharapkan dapat menjadi tumpuan perolehan medali emas.

“Kita minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas,” pungkasnya.***

wwwwww