Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ini Komentar Johnny Jansen Soal Kekalahan Bali United dari Sabah FC

Ini Komentar Johnny Jansen Soal Kekalahan Bali United dari Sabah FC
Pelatih Bali United FC, Johnny Jansen. (Ileague.id)
Jum'at, 14 Agustus 2026 16:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
GIANYAR - Salah satu klub kontestan Super League 2026/27, Bali United FC, menelan kekalahan 1-2 dari Sabah FC dalam laga Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (13/8/2026) kemarin.

"Ya, ini adalah masa pramusim. Mengenai tiga poin, tentu selalu menyenangkan untuk menang dan memuaskan, tapi bagi kami ini lebih ke arah persiapan," kata pelatih Bali United, Johnny Jansen.

"Kami akan memulai liga minggu depan dan kami puas bisa memberikan menit bermain selama 90 menit bagi beberapa pemain. Jadi, kami berusaha bersiap untuk awal liga," imbuhnya.

Meskipun pengalamannya bekerja di Indonesia sebelumnya tidak membuatnya terlalu bergantung pada pengetahuan masa lalu. Menurutnya, perubahan komposisi tim membuat kondisi sepak bola Indonesia saat ini berbeda.

"Ya, tapi itu sudah hampir dua musim yang lalu. Jadi tim-tim sudah berubah. Yang saya tahu tentang lawan adalah mereka tim yang bagus dan tentu saja kami tahu gaya bermain yang akan mereka terapkan," ujar pelatih asal Belanda itu.

Dia bahkan memilih lebih banyak memperhatikan perkembangan timnya sendiri daripada menyiapkan strategi khusus untuk setiap lawan.

"Tapi jujur saja, jika Anda lihat tim mereka, lawan bermain dengan banyak pemain asing di awal, dan hal itu mungkin berbeda di liga nanti. Jadi fokusnya bukan tentang menyiapkan strategi khusus lawan, tapi lebih kepada menyiapkan tim kami sendiri," ujar Johnny Jansen.

Sementara itu bagi Brandon Wilson, laga melawan Sabah FC tetap memberikan manfaat bagi proses persiapan Bali United. Mengingat lawan merupakan tim yang kuat mampu menerapkan pertandingan yang kompetitif.

"Kami mencoba melakukan hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya, dan menurut saya itu performa yang baik," tuturnya.

Selanjutnya tidak membutuhkan waktu berlama-lama, tim pelatih akan mengevaluasi kekalahan dari Sabah FC. Bali United sudah harus mempersiapkan diri menghadapi Persib Bandung.

Laga terakhir Dewata Challenge Series 2026 itu akan digelar di stadion yang sama, Selasa (18/8) mendatang. ***

wwwwww