Stop Impor Solar, Pemerintah Selamatkan Devisa Rp170 Triliun
![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto. |
JAKARTA - Langkah pemerintah mengeksekusi program biodiesel B50 membuahkan hasil signifikan bagi postur keuangan negara. Sejak awal semester kedua tahun ini, keran impor bahan bakar minyak jenis solar resmi ditutup rapat, memberikan ruang efisiensi devisa yang masif.
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan data tersebut saat berpidato di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, ia membedah efisiensi anggaran yang tercipta dari program kemandirian energi selama 21 bulan kepemimpinannya.
Penyelamatan Devisa Negara
Substitusi solar impor dengan produksi domestik berbasis kelapa sawit berdampak positif terhadap neraca perdagangan. Dana yang biasanya mengalir ke luar negeri kini berhasil ditahan dan memperkuat cadangan devisa nasional.
"Kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun sekitar USD9,5 miliar tidak lagi harus kirim ke luar negeri," rincinya.
Optimalisasi Sektor Sawit
Peralihan menuju energi terbarukan ini sepenuhnya mengandalkan pasokan kelapa sawit domestik. Proses hulu ke hilir yang dikelola di dalam negeri memungkinkan pemerintah merealisasikan target swasembada yang telah direncanakan.
"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan, dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," urainya.
Kapasitas produksi B50 yang stabil memberikan kepastian bagi pemerintah untuk memutus rantai pasok dari negara pengekspor minyak.
"Sehingga mulai tahun ini 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri," tutupnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Voli |













