Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Analisis Geofisika BMKG Ungkap Pemicu Gempa NTT, Potensi Guncangan Capai M 7,9

Analisis Geofisika BMKG Ungkap Pemicu Gempa NTT, Potensi Guncangan Capai M 7,9
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto saat menggelar konferesni pers terkait gempa yang terjadi NTT. (Istimewa)
Sabtu, 15 Agustus 2026 17:47 WIB

JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan M 7,7 yang melanda wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), dipicu oleh pergerakan sesar aktif di kawasan Busur Belakang Flores. Kondisi geologi wilayah tersebut menuntut pengawasan analisis seismik secara berkelanjutan guna menekan risiko kerugian struktural.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan mekanisme gempa sangat berkaitan dengan patahan naik (thrust fault) yang memang memanjang di perairan utara Flores. Kawasan ini memiliki akumulasi energi tektonik yang cukup besar.

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores. Di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8–7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," papar Wijayanto di Jakarta.

Sejarah Kelam Tiga Dekade Silam

Peristiwa pelepasan energi kegempaan di Busur Belakang Flores ini bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan historis, kawasan tersebut pernah mengalami kejadian serupa yang menelan korban jiwa serta merusak banyak infrastruktur.

Gempa besar dengan mekanisme persis pernah memorak-porandakan wilayah tersebut pada puluhan tahun silam. "Dari sejarah yang ada, itu pernah terjadi tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa kerusakannya waktu itu," tuturnya mengingatkan memori kebencanaan masa lalu.

Evakuasi dan Pemantauan Berkelanjutan

Dampak guncangan darat kali ini terasa kuat hingga menggerakkan berbagai pihak untuk turun tangan. Anggota Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban terdampak di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka.

Sembari proses pemulihan berjalan, BMKG memastikan pengawasan tinggi muka air laut melalui stasiun tide gauge terus beroperasi. Penghentian status peringatan tsunami pada pukul 07.30 WIB tidak menyurutkan kewaspadaan otoritas terkait.

"BMKG akan terus monitor aktivitas gempa susulannya dan akan terus menyampaikan ke masyarakat," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur
wwwwww