Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Nasional

Kapal Ekspedisi J7 Explorer Jadi Penunjang Logistik Pangan Nasional

Kapal Ekspedisi J7 Explorer Jadi Penunjang Logistik Pangan Nasional
Kapal pesiar J7 Explorer yang disebut milik pengusaha asal Kalimantan, menjadi sorotan setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan). (Foto: Dok. Kemhan)
Sabtu, 15 Agustus 2026 13:19 WIB

JAKARTA - Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad, ramai dibahas di media sosial karena menampilkan logo resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI di bagian lambungnya. Kapal sepanjang 120 meter tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport itu menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah penugasan pemerintah.

"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," jelasnya saat dikonfirmasi di Jakarta.

Status Kepemilikan Aset

Meski beroperasi di bawah bendera penugasan negara, Kemhan memastikan kepemilikan aset tersebut tetap berada di tangan pihak swasta. Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.

"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Kapal berbobot 8.076 GT yang selesai dibangun di Batam pada 2022 tersebut kini beralih fungsi. Kapal yang dilengkapi 25 kabin dan fasilitas helipad ini dijadikan pangkalan bergerak guna mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Pengerahan Alat Berat dan Tenaga Ahli

Keterlibatan J7 Explorer merupakan bagian dari respons Andi Samsudin Arsyad terhadap agenda ketahanan pangan era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mengejar target cetak sawah, ribuan unit alat berat dan tenaga profesional diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Andi Samsudin Arsyad.

Langkah ini diambil bukan sekadar pertimbangan bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara guna memperkuat stok pangan nasional.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww