Kapal Ekspedisi J7 Explorer Jadi Penunjang Logistik Pangan Nasional
![]() |
| Kapal pesiar J7 Explorer yang disebut milik pengusaha asal Kalimantan, menjadi sorotan setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan). (Foto: Dok. Kemhan) |
JAKARTA - Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad, ramai dibahas di media sosial karena menampilkan logo resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI di bagian lambungnya. Kapal sepanjang 120 meter tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport itu menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah penugasan pemerintah.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," jelasnya saat dikonfirmasi di Jakarta.
Status Kepemilikan Aset
Meski beroperasi di bawah bendera penugasan negara, Kemhan memastikan kepemilikan aset tersebut tetap berada di tangan pihak swasta. Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," tegasnya.
Kapal berbobot 8.076 GT yang selesai dibangun di Batam pada 2022 tersebut kini beralih fungsi. Kapal yang dilengkapi 25 kabin dan fasilitas helipad ini dijadikan pangkalan bergerak guna mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pengerahan Alat Berat dan Tenaga Ahli
Keterlibatan J7 Explorer merupakan bagian dari respons Andi Samsudin Arsyad terhadap agenda ketahanan pangan era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mengejar target cetak sawah, ribuan unit alat berat dan tenaga profesional diterjunkan langsung ke lokasi proyek.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Andi Samsudin Arsyad.
Langkah ini diambil bukan sekadar pertimbangan bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara guna memperkuat stok pangan nasional.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Nasional, DKI Jakarta |













