Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Diplomasi Geopolitik Prabowo, Indonesia Perkuat Otonomi Pertahanan di Indo-Pasifik

Diplomasi Geopolitik Prabowo, Indonesia Perkuat Otonomi Pertahanan di Indo-Pasifik
Presiden Prabowo Subianto.
Sabtu, 15 Agustus 2026 13:54 WIB

JAKARTA - Menjelang dua tahun masa pemerintahan, arah kebijakan luar negeri Indonesia menunjukkan transisi terukur menuju posisi kekuatan menengah (middle-power). Kepala Negara, Prabowo Subianto secara langsung memimpin diplomasi geopolitik dengan mencatatkan lebih dari 50 kunjungan luar negeri sejak akhir 2024 hingga pertengahan 2026.

Langkah ini mencakup 35 perjalanan pada tahun pertama, dilanjutkan dengan 16 lawatan tambahan ke berbagai negara kunci, termasuk Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Jepang, Prancis, Austria, dan Hungaria. Kepemimpinan regional di ASEAN tetap dipertahankan sebagai prioritas stabilitas kawasan.

Diversifikasi Pertahanan dan Keamanan

Strategi utama dari rentetan lawatan global ini bermuara pada modernisasi pertahanan. Pemerintah secara perlahan meninggalkan ketergantungan pada satu sumber pasokan perangkat keras militer.

Pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dan alih teknologi kini didiversifikasi dengan melibatkan Prancis, Turki, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), hingga Tiongkok.

"Langkah diversifikasi ini bertujuan mencapai otonomi strategis pertahanan dan memosisikan Indonesia sebagai kontributor keamanan bersih di kawasan Indo-Pasifik," terang sejumlah pengamat dalam analisis kebijakan luar negerinya.

Menjaga Stabilitas di Tengah Eskalasi

Selain memperkuat pertahanan fisik, diplomasi tingkat tinggi dilakukan untuk meredam dampak guncangan geopolitik. Prabowo menyeimbangkan komunikasi dengan kekuatan besar tanpa tergabung dalam pakta militer mana pun.

Pertemuan lintas benua mencakup negosiasi bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow, hingga dialog intensif dengan Perdana Menteri India, Presiden Prancis, dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. Komunikasi ini difokuskan pada mitigasi risiko keamanan maritim, terutama terkait gangguan rute perdagangan di Laut Merah dan Selat Hormuz.

Para ahli geopolitik menyarankan agar ritme diplomasi yang bergerak cepat ini segera diintegrasikan ke dalam badan penasihat kebijakan luar negeri formal. Hal ini dinilai penting guna menjaga keselarasan dengan tiga pilar utama negara, yakni Wawasan Nusantara, Politik Luar Negeri Bebas Aktif, dan Poros Maritim Dunia.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww