Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Blokade Ekonomi Berjalan Ketat, Trump Targetkan Selat Hormuz Masuk Peta AS

Blokade Ekonomi Berjalan Ketat, Trump Targetkan Selat Hormuz Masuk Peta AS
Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Sabtu, 15 Agustus 2026 14:29 WIB

JAKARTA - Amerika Serikat bersama Israel masih berupaya menghentikan program nuklir Iran melalui operasi militer yang dimulai sejak (28/2/2026). Dalam perkembangan terbaru, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan wacana untuk mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan negaranya, Sabtu (15/8/2026).

Wacana itu disampaikan saat Trump menghadiri agenda rapat umum politik di sebuah akademi kepolisian di wilayah New York. "Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," sebutnya.

Untuk meyakinkan audiens yang hadir pada rapat umum tersebut, ia menegaskan kembali kebenaran pernyataannya. "Itu benar," imbuhnya.

Konflik bersenjata ini telah memicu aksi balasan dari pihak Iran berupa penguasaan de facto atas area Selat Hormuz. Kawasan perairan ini merupakan urat nadi bagi jalur pelayaran komoditas energi dunia.

Akibat manuver tersebut, kapal-kapal sipil tidak diizinkan melewati selat oleh otoritas Iran. Kebuntuan maritim ini direspons oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dengan menutup seluruh akses menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran, sebuah strategi yang dirancang untuk menekan stabilitas perekonomian Teheran.

Dalam pidatonya, Trump memastikan bahwa blokade laut yang dilakukan pasukannya telah berjalan efektif. "Kita sudah melakukan blokade. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya kecuali kita menginginkannya," paparnya diiringi sorakan barisan pendukung dan polisi di lokasi acara.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww