Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Aturan Baru Penyaluran BBM, Kendaraan Mewah Segera Dilarang Isi Pertalite

Aturan Baru Penyaluran BBM, Kendaraan Mewah Segera Dilarang Isi Pertalite
Ilustrasi (net)
Sabtu, 15 Agustus 2026 14:50 WIB

JAKARTA - Pemerintah mematangkan skema pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat berpenghasilan tinggi dan pemilik kendaraan mewah di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Langkah ini diambil guna memastikan belanja subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai ratusan triliun rupiah disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pembatasan ini menyasar kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 9 dan 10. Kelompok tersebut dinilai memiliki kemampuan ekonomi yang kuat sehingga tidak masuk dalam prioritas penerima subsidi dari negara.

"Mau tanya apa? Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang kuatir 9-10, supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap," urainya.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, pemerintah mengandalkan sistem pendataan terintegrasi yang telah disiapkan oleh PT Pertamina (Persero). Sistem ini diyakini mampu mengidentifikasi konsumen berdasarkan kemampuan ekonomi maupun jenis kendaraan yang digunakan.

"Sekarang kita lihat sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina, sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan klasifikasi kendaraan akan menjadi kriteria utama dalam pembatasan. Pengguna mobil mewah dengan merek tertentu tidak lagi diizinkan menggunakan BBM yang disubsidi oleh negara.

"Jadi gini, nanti menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi," tegasnya.

Meski akses Pertalite dibatasi untuk kalangan berduit, angka konsumsi BBM nasional diproyeksikan tidak akan turun drastis. Masyarakat kelas atas dipastikan hanya akan beralih menggunakan BBM nonsubsidi di pasaran. Purbaya menyebutkan bahwa kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan sebelum akhir tahun, dengan jaminan bahwa harga jual BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan sesuai instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww