Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Automotif

'Saya yang Bikin', Megawati Ingatkan Pemerintah Tak Utak-atik BPJS

Saya yang Bikin, Megawati Ingatkan Pemerintah Tak Utak-atik BPJS
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Senin, 17 Agustus 2026 17:24 WIB

JAKARTA - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan untuk tidak mengutak-atik program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia mendesak adanya penambahan alokasi anggaran agar manfaat program jaminan sosial tersebut lebih optimal dirasakan oleh masyarakat luas.

Permintaan ini disampaikan Megawati saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama kader PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Fasilitas Medis untuk Rakyat Kecil

Megawati mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang masih mengalami kesulitan finansial saat anggota keluarga mereka membutuhkan akses kesehatan darurat. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat menjumpai seorang ibu yang menangis di rumah sakit karena tak mampu membiayai pengobatan anaknya, sementara sang suami tengah berupaya mencari pinjaman dana.

"Saya bikin, saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai dikutik-kutik sepertinya apa? Kenapa?," ungkapnya.

Ia menilai pemerintah harus hadir menyediakan layanan dasar ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Baginya, masyarakat tidak seharusnya terpaksa menjual aset pribadi demi membiayai pengobatan medis.

"Tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak," harapnya. 

Tanggung Jawab Layanan Dasar Negara

Menurut Megawati, sektor kesehatan dan pendidikan merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah terhadap warganya. Pelayanan publik pada dua sektor dasar ini harus terus menjadi fokus utama operasional negara.

"Dari situ saya bisa belajar harus ada yang namanya pemerintah itu juga memberikan bakti kepada rakyatnya bagi kesehatan dan pendidikan. Itu seharusnya kerja dari pemerintah Republik Indonesia," tegasnya.

Selain isu kesehatan, Megawati juga mengingatkan arti penting kemerdekaan kepada seluruh peserta upacara. Ia mempertanyakan kesiapan bangsa untuk menolak segala bentuk penjajahan baru setelah 81 tahun merdeka.

Menjaga Kedaulatan Bangsa

Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan sebatas seremonial rutin mengibarkan bendera Merah Putih. Setiap warga negara dituntut untuk merenungkan makna dari kebebasan kedaulatan negara yang diraih melalui perjuangan masa lampau.

"Setiap tanggal 17 Agustus, kita tidak cukup hanya mengibarkan bendera dan memekikkan kata merdeka. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apa arti kemerdekaan itu? Untuk apa kita merdeka?," paparnya.

Ia kemudian mengajak seluruh pihak untuk menjaga persatuan bangsa agar tidak mudah terpecah belah oleh dinamika politik jangka pendek.

"Jangan sampai perbedaan politik menghilangkan perikemanusiaan. Jangan sampai kekuasaan mengalahkan suara hati nurani," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Voli, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww