Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Terseret Dugaan Penyimpangan Dana, 14 Pejabat Kementan Dicopot

Terseret Dugaan Penyimpangan Dana, 14 Pejabat Kementan Dicopot
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Selasa, 18 Agustus 2026 19:57 WIB

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian atas dugaan penyimpangan dana negara yang mencapai miliaran rupiah. Keputusan penonaktifan sementara ini diumumkan usai jumpa pers pelantikan sejumlah pejabat eselon I dan II Kementan serta pejabat tinggi pratama Badan Pangan Nasional di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Ada 14 kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa. Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya," ungkapnya.

Langkah ini diambil guna memperkuat tata kelola lembaga dan menjaga kepercayaan publik terhadap birokrasi pertanian. Para pejabat yang dicopot tersebut saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan secara intensif oleh Inspektorat Jenderal Kementan untuk mengusut fakta dugaan pelanggaran.

Apabila proses audit internal membuktikan adanya kerugian negara, kasus ini akan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses secara transparan. Sebaliknya, Kementan akan memulihkan posisi serta menjamin pengembangan karier para pejabat jika mereka terbukti tidak bersalah.

Amran mengonfirmasi bahwa salah satu pejabat yang dicopot memiliki hubungan keluarga dekat dengannya. Namun, ia memastikan kepentingan negara tetap menjadi prioritas utama di atas hubungan pribadi. "Jadi kita harus sportif, meritokrasi. Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, merit system, karena kalau tidak, kita sama juga beternak kejahatan," tegasnya.

Pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal diberikan tenggat waktu maksimal tiga bulan guna memastikan hasil yang objektif. "Ini kan baru dugaan, tetapi karena dugaan, itu kami ingin organisasi ini berjalan, sehingga langsung kami tindaki," urainya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:viva.co.id
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww