Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Moussa Bagayoko Merasa Nyaman Bersama PSS Sleman

Moussa Bagayoko Merasa Nyaman Bersama PSS Sleman
Gelandang bertahan PSS Sleman, Moussa Bagayoko. (Ileague.id)
Rabu, 19 Agustus 2026 20:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SLEMAN - Rentang jarak ribuan kilometer yang melintasi benua dan samudra antara Mali dan Indonesia khususnya Sleman menghadirkan cerita tersendiri bagi pemain asing anyar PSS Sleman, Moussa Bagayoko.  

Dia selalu memiliki cara istimewa mempertemukan kedua entitas wilayah yang begitu jauh jaraknya. Kini, kisah itu menjadi babak baru dalam perjalanan karier profesional Moussa Bagayoko.

Gelandang bertahan asal Mali itu memilih melanjutkan langkahnya bersama PSS Sleman. Jarak ribuan kilometer, perbedaan bahasa, dan latar budaya seolah melebur ketika lambang Candi yang tersemat di dada menyatukan tujuan dalam satu perjuangan. Kini, Sleman menjadi bagian dari perjalanan barunya, tempat ia membangun cerita, beradaptasi dengan lingkungan, sekaligus memberikan kemampuan terbaiknya untuk Super Elang Jawa alias Super Elja.

“Ya, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia. Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini. Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini,” ujar Moussa Bagayoko.

Menjalani pramusim di Sleman selama empat pekan menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya bersama tim. Setiap sesi latihan bukan sekadar menempa fisik dan kemampuan teknis. Tetapi juga menjadi langkah untuk membangun chemistry, memahami filosofi permainan, sekaligus merasakan denyut sepak bola Sleman.

Proses tersebut pun berjalan mulus. Karakternya yang mudah beradaptasi membuatnya mampu dengan cepat menyatu dengan lingkungan baru, mengenal rekan-rekan setim, serta perlahan menemukan ritme permainan yang diinginkan tim pelatih.

“Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi. Sejauh ini, saya merasa proses adaptasi dengan tim berjalan sangat baik, dan bisa dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan di dalam tim,” imbuhnya.

Bagi Moussa, sepak bola bukan sekadar permainan di atas lapangan, melainkan cara berkomunikasi yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya. Melalui sepak bola, ia menemukan cara untuk membangun kedekatan, memahami karakter, dan menciptakan chemistry bersama rekan-rekannya di skuad Super Elja.

Hal inilah yang membuatnya merasa bahwa seluruh pemain PSS bukan sekadar rekan satu tim, melainkan sahabat yang membuatnya diterima dengan hangat dan mudah berinteraksi. Kedekatan tersebut membuatnya semakin nyaman menjadi bagian dari keluarga besar PSS.

“Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim,” tegasnya. ***

wwwwww