UNJ Uji Efektivitas MuscleEdu Untuk Tingkatkan Kompetensi Guru PJOK di Indramayu
![]() |
| Ketua Tim UNJ, Dr. Bayu Nugraha, S.Pd., M.Pd. (kanan) bersama pejabat Dispora Kabupaten Indramayu. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
INDRAMAYU - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan profesional guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Salah satunya melalui kegiatan penelitian dan diseminasi hasil penelitian bertajuk “Efektivitas Aplikasi MuscleEdu terhadap Peningkatan Kompetensi Guru PJOK” yang dilaksanakan di Aula Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 perwakilan guru Sekolah Dasar di Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO). Program ini bertujuan memperkenalkan dan menguji pemanfaatan aplikasi mobile learning MuscleEdu sebagai sumber belajar tambahan bagi guru PJOK, khususnya dalam memahami anatomi otot, prinsip latihan kebugaran, perencanaan latihan, serta pemilihan aktivitas fisik yang aman dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
MuscleEdu merupakan aplikasi berbasis Android yang mengintegrasikan ilustrasi tubuh manusia, kelompok otot, deskripsi latihan, tujuan latihan, serta video demonstrasi. Materi aplikasi dikelompokkan ke dalam enam kategori utama, yaitu abdomen, lengan, punggung, tubuh bagian bawah dan gluteal, pektoral, serta deltoid, dengan sekitar 60 contoh latihan. Penyajian tersebut dirancang untuk membantu guru menghubungkan pengetahuan anatomi dengan praktik gerakan secara lebih konkret.
Hasil evaluasi awal menunjukkan respons yang positif. Pada 29 guru yang menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian, rerata skor pengetahuan profesional meningkat dari 24,62 sebelum penggunaan MuscleEdu menjadi 30,03 setelah penggunaan, atau mengalami peningkatan sebesar 5,41 poin. Sebanyak 27 dari 29 peserta menunjukkan peningkatan skor.

Selain perubahan pengetahuan, guru juga memberikan penilaian positif terhadap pengalaman menggunakan aplikasi. Rerata skor perceived usability mencapai 60,66, lebih tinggi dibandingkan titik tengah teoritis instrumen. Sementara itu, rerata penerimaan teknologi awal mencapai 53,14, yang menunjukkan kecenderungan positif terhadap kemudahan, kegunaan, sikap, dan keinginan menggunakan kembali MuscleEdu.
Meski demikian, tim peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan bukti pendahuluan dari studi pilot dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas MuscleEdu secara kausal. Penelitian menggunakan desain satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Karena itu, peningkatan skor lebih tepat dipahami sebagai perubahan pengetahuan jangka pendek setelah penggunaan awal aplikasi.
Masukan para guru juga menjadi bagian penting dalam pengembangan MuscleEdu. Peserta mengusulkan penambahan informasi mengenai tujuan latihan, repetisi, set, intensitas, beban, variasi latihan, pengelompokan berdasarkan usia, penjelasan video, fitur kuis, akses luring, serta dukungan untuk perangkat lintas platform. Masukan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan aplikasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan profesional guru PJOK.
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim UNJ yang terdiri atas Dr. Bayu Nugraha, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua, Lita Mulia, S.Pd., M.Pd. dan Ela Yuliana, S.Or., M.Or. sebagai anggota peneliti, serta mahasiswa Firzatullah Rahmansyah dan Nadia Tansa Prasetyo. Mitra kegiatan adalah Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Indramayu, dengan dukungan Kepala Dispara Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., serta Anisah Aprilia, S.Pd.
Melalui kolaborasi UNJ, Dispara Kabupaten Indramayu, dan KKGO, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi profesional dan literasi digital guru PJOK. MuscleEdu diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai sumber belajar pendamping yang fleksibel, praktis, dan sesuai kebutuhan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Umum, Jawa Tengah |













