Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
8 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
9 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Persik Gagal di Malaysia, Zanadin Fariz Ungkap Banyak Pelajaran dan Pengalaman

Persik Gagal di Malaysia, Zanadin Fariz Ungkap Banyak Pelajaran dan Pengalaman
Pemain Persik Kediri, Zanadin Fariz. (Ileague.id)
Jum'at, 21 Agustus 2026 20:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

KEDIRI - Persik Kediri gagal total pada turnamen pramusim International di Malaka, Malaysia. Macan Putih mengalami dua kekalahan tanpa mencetak sebutir gol pun pada ajang Piala Gubernur Malaka pada 14 dan 18 Agustus lalu.

Pada laga perdana, Ezra Walian dkk dihajar klub papan atas Liga Kamboja, Phnom Penh Crown 0-4. Partai berikutnya, mereka kalah tipis 0-1 dari Jurong FC, tim Liga Singapura. Sehingga Persik Kediri harus puas sebagai juru kunci.

Kegagalan ini jadi pelajaran bagi skuat asuhan Marcos Reina untuk berbenah menyongsong pergelaran Super League 2026/27 awal September mendatang.

Zanadin Fariz mengungkapkan banyak pelajaran dan pengalaman dari ajang ini. Karena Persik Kediri bisa mengukur kesiapan tim saat menghadapi klub-klub dari Asia Tenggara.

"Turnamen yang sangat bagus bagi kami. Karena Persik Kediri melawan tim-tim kuat dari Asia Tenggara. Ini baik juga untuk para peserta yang akan berlaga di kompetisi negaranya," katanya.

Sosok yang didatangkan Persik Kediri dari Persis Solo ini juga menyatakan hasil minor tersebut sebagai bahan evaluasi bagi para pemain. "Ya, bagus untuk kami sebagai pemain. Tiap pemain tahu apa yang harus diperbaiki. Begitu juga bagi tim Persik Kediri. Kami harus lebih banyak komunikasi dan membangun chemistry antarpemain supaya siap bersaing di Super League nanti," ucapnya. ***

wwwwww