Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Basket

Bantah Klaim Mansour Abbas, Perdana Menteri Israel Tolak Rekonsiliasi Damai

Bantah Klaim Mansour Abbas, Perdana Menteri Israel Tolak Rekonsiliasi Damai
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Minggu, 23 Agustus 2026 13:02 WIB

JAKARTA - Konstelasi politik internal Israel kian dinamis menjelang pemilihan umum parlemen. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali menyatakan penolakan mutlak terhadap berdirinya negara Palestina, baik di wilayah Gaza maupun Tepi Barat.

Penolakan ini merupakan reaksi atas pernyataan Ketua United Arab List, Mansour Abbas yang menyuarakan bahwa entitas Palestina telah mendapatkan pengakuan global.

Bantahan Tegas Petahana

Menanggapi desakan tersebut, Netanyahu memastikan arah kebijakan pemerintahannya tidak akan berubah. Baginya, kedaulatan di wilayah yang disengketakan tetap berada di bawah kendali Israel.

"Selama saya masih menjabat sebagai perdana menteri, tidak akan ada negara Palestina yang dikendalikan Iran, baik di Gaza maupun di Yudea dan Samaria," paparnya, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, saat berpidato di konferensi umum partai di Kota Tayibe, Abbas mendorong terwujudnya rekonsiliasi damai secara menyeluruh. Ia secara khusus meminta keterlibatan AS dan Israel dalam proses pengakuan kedaulatan tersebut.

"Negara Palestina sudah ada, dan dunia mengakuinya," tukasnya.

Tantangan Elektabilitas Koalisi

Narasi tegas yang dibangun Netanyahu diyakini tidak lepas dari tekanan politik menjelang pemilu (27/10/2026). Laporan jajak pendapat Channel 13 yang dipublikasikan (19/8/2026) memperlihatkan tren penurunan dukungan bagi kubu pemerintah.

Koalisi partai sayap kanan dan ultra-Ortodoks diproyeksikan hanya mampu meraih 51 kursi, tertinggal 10 kursi dari syarat mayoritas parlemen. Lebih jauh, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan turun drastis menjadi kisaran 20 kursi dari sebelumnya 32 kursi. Tekanan elektabilitas ini menempatkan arah kebijakan perang dan pembentukan negara Palestina di bawah sorotan tajam. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Basket
wwwwww