Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Basket

Pemimpin Kanada Bersatu Hadapi Sengketa Dagang dengan AS

Pemimpin Kanada Bersatu Hadapi Sengketa Dagang dengan AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Senin, 24 Agustus 2026 13:37 WIB

JAKARTA - Kegagalan perundingan pakta perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada pada Jumat (21/8/2026) memicu gelombang reaksi dari politisi di dua negara. Di Kanada, para pemimpin daerah dan oposisi menunjukkan kekompakan untuk merespons kebijakan tarif 50 persen yang diterapkan oleh Washington.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney segera menggelar pertemuan virtual bersama para kepala pemerintahan provinsi dan wilayah pada Sabtu (22/8/2026) untuk membahas langkah balasan. Kanada berencana menerapkan tarif baru untuk produk Amerika Serikat yang mulai berlaku pada Selasa setelah Hari Buruh.

"Anda berada dalam perang ketika diserang. Kami diserang," serunya kepada wartawan di Ottawa.

Dukungan penuh datang dari Perdana Menteri Ontario Doug Ford yang selama ini dikenal vokal menentang kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Saya senang dia tidak menandatangani kesepakatan itu karena itu adalah kesepakatan yang buruk. Kesepakatan itu buruk bagi Ontario. Buruk bagi sektor otomotif, sektor baja, dan sektor manufaktur," paparnya.

Senada dengan hal itu, Pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre turut mendesak seluruh warga untuk berdiri bersama mempertahankan lapangan kerja serta dunia usaha dari serangan yang dinilainya tidak adil tersebut.

Sementara itu, dinamika berbeda terjadi di internal Amerika Serikat. Sejumlah tokoh dari Partai Demokrat melontarkan kritik keras terhadap langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggap memicu eskalasi konflik secara sepihak. Gubernur New York Kathy Hochul menyampaikan pandangannya melalui platform X.

"Tanpa alasan memicu perselisihan dengan sekutu kita dan menaikkan harga di dalam negeri. Itulah kebijakan ekonomi Trump, secara singkat," kritiknya.

Anggota Kongres Michigan Haley Stevens juga turut angkat suara dengan menyebut perang dagang tersebut sebagai tindakan sembrono dan tidak perlu dilakukan terhadap sekutu.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww