Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
24 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Voli

Instruksi Langsung Presiden, Indonesia Segera Tinggalkan Migas Impor

Instruksi Langsung Presiden, Indonesia Segera Tinggalkan Migas Impor
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Selasa, 25 Agustus 2026 16:46 WIB

JAKARTA - Instruksi tegas terkait penghentian impor minyak dan elpiji diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada jajaran menterinya. Target kemandirian energi ini diungkapkan bertepatan dengan peresmian proyek PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Instruksi Tanpa Kompromi

Langkah strategis pemerintah untuk menghentikan aliran energi impor akan dieksekusi dalam waktu sesingkat mungkin. Hal ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi dan memangkas defisit anggaran dari sektor migas.

"Kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak, kita tidak boleh impor lagi insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya satu tabung elpiji pun kita tidak boleh impor lagi," tekannya di hadapan para pejabat.

Interaksi Presiden dan Menteri

Momen menarik terjadi ketika agenda peluncuran tersebut berubah menjadi penegasan komitmen kabinet. Prabowo secara khusus meminta jaminan dari penanggung jawab sektor energi.

"Menteri ESDM, siap? Sanggup?" tanyanya.

Tanpa ragu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia bangkit dari tempat duduknya dan memberikan jawaban singkat yang memecah suasana.

"Siap laksanakan!" sahutnya.

Keberanian jajaran kementerian ini mendapat pengakuan langsung dari kepala negara.

"Baik, ya terima kasih menteri-menteri Kabinet Merah Putih demikian semangat, semangat dan berani," paparnya. 

Modal Utama Bangsa

Pemerintah meyakini Indonesia memiliki instrumen daya dukung yang memadai untuk lepas dari bayang-bayang krisis global. Pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi salah satu pilar utamanya.

"Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia, dan dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah temukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus ya," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww