Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Serap Pengangguran, Menkeu Rancang PDB Tumbuh 6 Persen Tahun Depan

Serap Pengangguran, Menkeu Rancang PDB Tumbuh 6 Persen Tahun Depan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sabtu, 29 Agustus 2026 11:16 WIB

JAKARTA - Target laju pertumbuhan ekonomi nasional sebesar enam persen diyakini mampu membuka ruang bagi 2,4 juta pekerja baru. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan setiap kenaikan satu persen produk domestik bruto (PDB) sejalan dengan terciptanya 400 ribu pekerjaan riil di berbagai sektor.

Mengejar Pertumbuhan Ekstra

Walau menjanjikan jutaan lapangan kerja, Purbaya mengakui ekonomi enam persen belum cukup bertenaga untuk menyerap keseluruhan tenaga kerja produktif di dalam negeri. Dibutuhkan pertumbuhan PDB pada kisaran 6,5 hingga 6,7 persen agar tingkat pengangguran bisa diberantas secara maksimal.

"Kalau satu persen yang sekarang 400 ribu, kalau enam kali empat berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan enam persen," jelasnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Pemerintah merancang instrumen kebijakan agar ekonomi melaju lebih cepat dari kisaran lima persen yang terjadi saat ini. "Makanya, kami ingin ekonominya pelan-pelan makin tumbuhnya makin cepat, sehingga orang yang masih berusia kerja terserap dan pengangguran terserap juga," tutur Purbaya. Ia menyebutkan skema fiskal ke depan didesain agar laju PDB terus meningkat.

Landasan Anggaran Negara 2027

Guna merealisasikan target serapan tenaga kerja tersebut, pemerintah mematok asumsi pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen secara tahunan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027. Presiden Prabowo Subianto menyatakan sasaran ini melampaui postur APBN 2026 yang hanya membidik 5,4 persen.

Parameter makroekonomi pendukung turut dijaga agar tetap kondusif bagi iklim investasi. Inflasi dikendalikan pada kisaran 2,5 persen, imbal hasil SBN 10 tahun di level 6,9 persen, serta kurs rupiah dipatok Rp17.500 per dolar AS. Sektor energi menargetkan harga minyak mentah 75 dolar AS per barel, dengan kapasitas lifting minyak 610.000 barel per hari dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Intervensi Kesejahteraan Publik

Optimalisasi penerimaan dan belanja negara melalui APBN 2027 memiliki tujuan akhir menekan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial. Target kemiskinan dipatok turun ke level 6,0 sampai 6,5 persen, menunjukkan progres dari posisi 6,5 sampai 7,5 persen pada 2026.

Tingkat pengangguran terbuka diarahkan menyusut ke rentang 4,30 hingga 4,87 persen dari sebelumnya 4,44 sampai 4,96 persen. Dari sisi disparitas kelas sosial, pemerintah menargetkan rasio gini membaik ke angka 0,362 sampai 0,367 dibandingkan tahun ini yang berkisar 0,377 sampai 0,380. Capaian ini juga disokong oleh indeks modal manusia yang diharapkan merangkak naik menjadi 0,575.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww