Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Home  /  Berita  /  Basket

Buntut Serangan Udara Israel, Hamas Panggil Perwakilan Perdamaian

Buntut Serangan Udara Israel, Hamas Panggil Perwakilan Perdamaian
Hamas mendesak mediator dan utusan perdamaian menekan Israel usai serangan militer di wilayah Gaza City yang menewaskan tiga warga sipil dan mencederai kesepakatan. (Foto: Shutterstock)
Rabu, 02 September 2026 12:39 WIB
GAZA - Kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza kembali menemui ujian setelah militer Israel melancarkan serangan terbaru di Gaza City pada Selasa (1/9/2026). Insiden ini membuat Hamas langsung menggelar konsultasi intensif bersama Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, serta mediator internasional lainnya.

Hamas menilai operasi sepihak yang dilakukan Israel tersebut merusak iklim perdamaian. Mereka mendesak agar negara-negara penjamin segera turun tangan untuk menekan Israel agar menghentikan agresi militernya.

Korban Jiwa Sipil

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (2/9/2026), Hamas menyampaikan keberatannya terhadap langkah militer Israel yang menimbulkan kerugian di pihak warga biasa.

"Gerakan Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," sebut pihak Hamas.

Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Israel (IDF) berdalih bahwa serangan udara yang menggempur sejumlah titik di Gaza tersebut bertujuan untuk menetralisir ancaman terhadap pasukan mereka. Namun, laporan medis menunjukkan adanya korban sipil.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mencatat adanya penambahan jumlah korban dari data awal.

"Tiga orang warga sipil dinyatakan gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka," paparnya terkait insiden tersebut.

Syarat Penarikan Pasukan

Insiden ini menodai kerangka perdamaian yang dicapai pada 9 Oktober 2025 melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Perjanjian yang dikukuhkan dalam KTT Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025 itu mencakup penghentian tembak-menembak, pertukaran sandera, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta penarikan mundur pasukan Israel secara bertahap.

Sayangnya, realisasi di lapangan berjalan sangat lambat karena kedua belah pihak saling mengunci syarat. Pemerintah Israel menuntut pelucutan senjata Hamas sebagai prasyarat mundurnya pasukan IDF secara penuh.

Sementara itu, Hamas menolak permintaan tersebut. Mereka berkeras agar Israel terlebih dahulu menghentikan total serangan udara dan darat, menarik seluruh armada, serta memastikan kelancaran bantuan kemanusiaan sebelum memasuki tahap negosiasi selanjutnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww