Cegah PKL Kembali ke Jalan, 250 Personel Satpol PP Kawal Kramat Jati
![]() |
| Kondisi Lokbin (Lokasi Binaan) Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Ist). |
Kamis, 03 September 2026 14:08 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur mengerahkan 250 personel untuk mengamankan kawasan Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pascarelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Muhammadong mengatakan, ratusan personel tersebut akan bersiaga setiap hari selama sekitar satu bulan ke depan. Pengawasan dilakukan untuk mencegah pedagang kembali berjualan di bahu jalan maupun trotoar.
"Sebanyak 250 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jakarta Timur dikerahkan untuk berjaga di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur," kata Muhammadong kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Para personel dibagi dalam dua sif. Sif pertama bertugas mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, sedangkan sif kedua berjaga mulai pukul 23.00 hingga 07.00 WIB.
Muhammadong menegaskan, pengawasan dilakukan untuk memastikan kawasan Jalan Raya Bogor tetap tertib setelah seluruh pedagang direlokasi ke lokasi yang telah disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Para pedagang sudah diberikan tempat relokasi, termasuk di Lokbin Kramat Jati," ujarnya.
Untuk mendukung pengawasan, Satpol PP juga mendirikan posko di pelataran parkir Plaza Lippo Kramat Jati, tepat di sisi selatan Lokbin Kramat Jati. Posko tersebut menjadi titik pemantauan petugas terhadap kondisi di sepanjang Jalan Raya Bogor.
"Keberadaan posko tersebut bertujuan memudahkan petugas memantau kondisi di sepanjang Jalan Raya Bogor," kata Muhammadong.
Jumlah personel yang dikerahkan nantinya dapat dikurangi secara bertahap apabila kondisi kawasan telah benar-benar kondusif. Pengurangan juga akan dilakukan jika para pedagang telah konsisten mematuhi ketentuan penataan dan menempati lapak yang telah ditentukan.
"Prinsipnya kita ingin memastikan para pedagang menempati lapak-lapaknya sesuai dengan yang telah ditentukan dan disepakati bersama," ujar Muhammadong.
Pengerahan personel Satpol PP tersebut dilakukan setelah Pemprov DKI Jakarta merelokasi seluruh pedagang dari kawasan Kramat Jati sejak Selasa (1/9/2026).
Dalam penataan tersebut, total 614 pedagang dipindahkan ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan. Sebanyak 331 pedagang direlokasi ke Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue dipindahkan ke Lokbin Cililitan, sedangkan 45 pedagang lainnya ditempatkan di pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Penataan kawasan Kramat Jati sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur pada 24-31 Agustus 2026. Pekerjaan meliputi perbaikan trotoar, median jalan, perapihan utilitas, hingga pembersihan lokasi binaan (lokbin).
Sejumlah fasilitas pendukung di lokasi binaan juga diperbaiki untuk menunjang aktivitas pedagang. Perbaikan mencakup saluran air dan sirkulasi udara, termasuk penambahan kipas angin agar lingkungan berdagang lebih nyaman dan higienis.
Dengan relokasi dan pengawasan tersebut, Pemkot Jakarta Timur berupaya memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi trotoar dan bahu Jalan Raya Bogor sebagai ruang publik serta jalur lalu lintas. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Sumber | : | Antaranews.com |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













