Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Nasional

Abu Vulkanik Bayangi 4 Provinsi, Gunung Anak Krakatau Bertahan di Level III

Abu Vulkanik Bayangi 4 Provinsi, Gunung Anak Krakatau Bertahan di Level III
Plt Kapus Datin Kom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan.
Selasa, 08 September 2026 18:16 WIB

JAKARTA - Sebanyak lima gunung api yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia saat ini berstatus Siaga atau Level III. Kelima gunung tersebut meliputi Gunung Sinabung, Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Lewotobi Laki-Laki, serta Gunung Anak Krakatau.

Plt Kapus Datin Kom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan meminta warga yang berada di kawasan sekitar gunung-gunung tersebut agar tidak lengah. 

"Jadi kita memang sekarang ini ada lima gunung yang sedang level III atau level siaga," jelasnya kepada awak media pada Selasa (8/9/2026).

Dalam laporan khususnya mengenai Gunung Anak Krakatau, ia menyebut bahwa gunung yang berada di Selat Sunda itu masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan aktivitas dari Level III. Wisatawan dan penduduk setempat dilarang keras mendekat karena tingginya potensi bahaya yang ditimbulkan oleh material vulkanik.

"Anak Krakatau tetap level III, dengan radius tiga kilometer," urainya.

BNPB mencatat pergerakan material abu vulkanik dari Anak Krakatau saat ini terbawa angin ke arah barat dengan kecepatan mencapai 15 knot. Lintasan debu vulkanik tersebut diidentifikasi bergerak lurus menuju kawasan perairan Samudra Hindia.

Meski mengarah ke laut, sebaran abu ini tetap berisiko memberikan dampak pada sejumlah wilayah daratan. Beberapa daerah yang berpotensi terpapar meliputi wilayah Lampung, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, di mana BNPB telah menyiapkan langkah penanganan untuk memitigasi dampak lanjutan di lokasi-lokasi tersebut.

Kabar baiknya, delapan fasilitas bandar udara yang sebelumnya berhenti beroperasi karena terhalang jarak pandang dan bahaya abu vulkanik, kini telah kembali dibuka untuk penerbangan. Pemantauan terhadap fluktuasi aktivitas Anak Krakatau terus dilakukan secara berkala.

BNPB menyarankan warga yang kawasannya mulai tertutup hujan abu untuk menahan diri tidak beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan kacamata pelindung sangat disarankan guna mencegah partikel debu masuk ke dalam tubuh saat berada di luar rumah.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Nasional
wwwwww