Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  SEA Games

Jelang IPO 2027, DPRD DKI Dorong Bank Jakarta Benahi Sistem dan Layanan

Jelang IPO 2027, DPRD DKI Dorong Bank Jakarta Benahi Sistem dan Layanan
Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina.
Rabu, 09 September 2026 18:23 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Wa Ode Herlina mendorong jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta untuk terus memperbaiki layanan sistem perbankan sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2027 mendatang.

‎Wa Ode berpendapat, jajaran Bank Jakarta harus membenahi tata kelola, kualitas kredit, hingga menyentuh aspek manajemen risiko sebelum menjadi perusahaan terbuka atau Tbk.

‎
‎"Tentu ini tata kelola, kualitas kredit, kemudian manajemen risiko, ada juga return of asset dan return of equity yang harus diperbaiki karena menjadi fondasi IPO," kata Wa Ode saat diwawancarai di ruang kerjanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/9/2026).
‎
‎Menurut Wa Ode, perbaikan kualitas utamanya dalam melayani masyarakat perlu diperhatikan agar di sisi bersamaan, Bank Jakarta memperoleh laba usaha yang sehat.
‎
‎Ia mendorong jajaran Bank Jakarta jangan sampai kalah menyangkut aspek servis kepada klien seperti yang dilakukan oleh bank swasta ataupun himpunan bank milik negara (Himbara).
‎
‎Wa Ode menginginkan, IPO yang dilakukan Bank Jakarta ke depan harus on the track, bervisi pada pembangunan Jakarta sebagai kota global. Jadi, tidak hanya mengejar tambahan modal. Harus ada perbaikan fundamental di dalamnya.
‎
‎"Yang pasti kerjanya harus profesional ya, supaya betul-betul menghasilkan keuntungan banyak, nanti kan untuk pembangunan Jakarta, buat kepentingan masyarakat Jakarta. Jadi, harus betul-betul kerja profesional, persisten, terus harus bergerak cepat," ungkapnya.
‎
‎"Terutama tadi perbaikan sistemnya kan, jangan kalah sama bank swasta," lanjutnya.
‎
‎Wa Ode juga memberi masukan agar Bank Jakarta mulai fokus pada ekonomi kerakyatan, dengan memberi modal usaha kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar geliat ekonomi di ibu kota semakin baik.
‎
‎Sebab, ia mendengar di akar rumput masih banyak calon pengusaha UMKM terkendala pada modal dalam menggeliatkan usaha.
‎
‎"Sekarang ini yang paling kesulitan itu soal modal. Penggiat-penggiat UMKM cari Rp1-2 juta saja sulit. Jadi yang sekarang kan Bank Jakarta itu Rp5 Juta ya, tapi minimal syaratnya dimudahkan. Terus kalau bisa turun. Nah salah satu yang saya apresiasi, yang sekarang dilakukan oleh cabang Kebon Melati, Jakarta Pusat, lagi mencoba pedagang penggiat UMKM supaya memakai Qris Bank Jakarta," ucapnya.
‎
‎"Mudah-mudahan ini salah satu cara supaya nanti kawan-kawan penggiat UMKM ini bisa dapat modal dari Bank Jakarta. Nanti Bank Jakarta-nya katanya mau turun, memberikan pelatihan manajemen atau pembukuan supaya mereka tertib membayar. Jadi ketika misalnya mereka (UMKM) sudah mulai naik kelas, misalnya dari pinjaman Rp5 juta, bisa (bertambah menjadi) Rp10 juta, Rp25 juta hingga Rp50 juta," imbuh Wa Ode.
‎
‎Wa Ode menegaskan, perbaikan sistem data online di aplikasi mobile banking Bank Jakarta harus dilakukan secara cepat. Menurutnya, hal tersebut sudah disampaikan di dalam Rapat Komisi B DPRD DKI bersama direksi Bank Jakarta.
‎
‎"Harus ada peningkatan dan perbaikan layanan pada sistem m-banking, kayak sekarang nih kadang kita mau mengecek saldo saja masih suka loading terus, lama, tahu-tahu enggak kelihatan sama sekali gitu soal saldo," tutur Wa Ode Herlina.
‎
‎Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Bank Jakarta berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia lewat mekanisme IPO.
‎
‎Menurutnya, dengan melakukan IPO, maka kinerja Bank Jakarta diharapkan bisa lebih baik. Pasalnya, menurut dia, kepercayaan publik penting bagi badan usaha tersebut.
‎
‎"Secara terus-menerus kami juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia maupun dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan saya juga sudah meminta kepada jajaran direksi dan komisaris untuk mempersiapkan diri," kata Pramono di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, pada medio Januari 2026. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:SEA Games, Korporasi, DKI Jakarta
wwwwww