Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Siapkan Dana Cadangan APBN, Kemenkeu Pastikan Anggaran Rekening Otomatis tidak Tembus Rp11 Triliun

Siapkan Dana Cadangan APBN, Kemenkeu Pastikan Anggaran Rekening Otomatis tidak Tembus Rp11 Triliun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (foto: antara/imamatul silfia)
Kamis, 10 September 2026 21:29 WIB
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk membukakan rekening bank secara massal bagi warga yang baru mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) terus dimatangkan di tingkat kementerian. Nantinya, identitas kependudukan yang baru dicetak akan langsung terkoneksi dengan buku tabungan berisi transferan awal Rp50.000.

Langkah ini diambil guna menyasar kelompok masyarakat yang sama sekali belum terjangkau akses perbankan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan bahwa mekanisme operasional dari instruksi Presiden, Prabowo Subianto ini sudah disiapkan, meski beberapa detail teknis masih dalam pembahasan mendalam.

"Tapi yang saya tahu pasti adalah nanti kalau orang yang buat KTP langsung dibuka langsung rekening, langsung ditransfer uangnya ke situ juga," paparnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Untuk mengeksekusi penyaluran dana ke seluruh lapisan warga, dua perbankan milik negara mendapatkan penugasan khusus. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) akan mengover pembuatan rekening secara nasional, dengan pengecualian Provinsi Aceh yang operasionalnya diserahkan sepenuhnya kepada PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).

Bukan Sasar 200 Juta Penduduk

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya turut merespons wacana yang bergulir mengenai besaran biaya program yang menembus Rp11 triliun. Angka itu mulanya dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan hitungan target sasaran 200 juta warga.

Purbaya menegaskan nominal belasan triliun itu belum menjadi keputusan final. Pemerintah saat ini masih melakukan proses pemilahan data untuk menyingkirkan warga yang sudah tercatat sebagai nasabah bank aktif, sehingga penerima saldo awal murni hanya diperuntukkan bagi kelompok yang belum memiliki rekening.

"Ada dana cadangan kita yang kita bisa pakai. Tapi saya yakin enggak akan sampai Rp11 triliun. Kan enggak sampai 200 juta orang," tandasnya memastikan keamanan ruang kas negara. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww